Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kabar Pasar : Kinerja Dagang Tak Solid hingga Daya Pungut Benjut

Sejumlah kabar hangat seputar perekonomian menjadi sorotan Harian Bisnis Indonesia edisi Selasa (16/2/2021), mulai dari kinerja perdaganga hingga antusiasme pabrikan otomotif.
Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  07:46 WIB
Suasana Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). Kinerja perdagangan Indonesia kembali gemilang pada Januari 2021 dengan surplus neraca transaksi perdagangan US1,96 miliar. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja
Suasana Terminal 3 Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (12/1/2021). Kinerja perdagangan Indonesia kembali gemilang pada Januari 2021 dengan surplus neraca transaksi perdagangan US1,96 miliar. ANTARA FOTO - Muhammad Adimaja

Bisnis.com,JAKARTA –  Kinerja dagang tak solid di Indonesia menjadi sorotan harian Bisnis Indonesia edisi Selasa (16/2/2021).

Tak ketinggalan kabar dari upaya pemerintah mengebut ratifikasi Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP). Emiten otomotif juga semringah menyusul relaksasi pajak pada kendaraan tertentu.

Berikut beberapa rincian isu-isu terkini seputar perekonomian di Indonesia:

  1. Kinerja Dagang Tak Solid

Kinerja  perdagangan Indonesia kembali gemilang pada Januari 2021 dengan surplus neraca transaksi perdagangan US$1,96 miliar. Performa itu di dukung kenaikan ekspor 12,24% year-on-year (yoy) menjadi US$15,3 miliar, sedangkan impor turun 6,49% yoy menjadi US$13,34 miliar. Akan tetapi, penurunan impor  dinilai belum solid untuk pemulihan ekonomi domestik karena  masih sulit diatasi.

  1. Pemerintah Kebut Ratifikasi RCEP

Ratifikasi perundingan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) ditargetkan kementerian Perdagangan rampung di semester I/2021. RCEP membuka peluang meningkatkan  ekspor produk-produk bernilai tambah. Selain itu, perjanjian ini setara dengan US$26 triliun jika mengacu kepada total PDB 15 negara yang tergabung di dalamnya atau 28% dari nilai perdagangan dunia 2019.

  1. Emiten Otomotif Semringah

Dampak Diskon Pajak Mobil  buat emiten sektor otomotif dan komponennya menyusun  strategi guna menangkap potensi kenaikan penjualan. Di prediksi akan terjadi lonjakan penjualan kendaraan roda empat dengan diberlakukannya PPnBM ditanggung pemerintah.

  1. Investor Terus Meningkat, Sekuritas Pasang Target Kuat

Rata-rata nilai transaksi harian yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada awal 2021 meningkat pesat dari tahun lalu. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia  hingga 5 Februari 2021, rata-rata nilai transaksi harian (RNTH) sempat menyentuh Rp20,02 triliun. Angka tersebut jauh lebih tinggi  dari kisaran Rp9,21 triliun pada RNTH 2020.

  1. Daya Pungut Benjut

Realisasi penerimaan pajak pada tahun lalu tercatat mencapai Rp1.070 triliun, turun sebesar 19,7% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Elastisitas antara penerimaan pajak dan pertumbuhan ekonomi (tax buoyancy) pada tahun lalu mencapai 7,8. Artinya, setiap 1% kontraksi ekonomi nasional menghasilkan kontraksi penerimaan pajak sebesar 7,8%. Angka tersebut mengonfirmasi bahwa di saat perekonomian turun, penerimaan pajak justru makin elastis.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Neraca Perdagangan otomotif rcep
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top