Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Saham BUMN Karya Berbalik Lesu setelah Euforia SWF, Begini Rekomendasinya

Sentimen pengumuman dewan direksi INA hanya sebentar berdampak positif terhadap pergerakan saham emiten kontraktor pelat merah atau BUMN Karya.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 16 Februari 2021  |  19:40 WIB
Pekerja menggunakan alat berat beraktivitas di proyek infrastruktur milik salah satu BUMN Karya di Jakarta, Kamis (13/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Pekerja menggunakan alat berat beraktivitas di proyek infrastruktur milik salah satu BUMN Karya di Jakarta, Kamis (13/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Dewan direksi Lembaga Pengelola Investasi (Sovereign Wealth Fund) Indonesia Investment Authority (INA) telah ditunjuk.

Secara langsung, lembaga ini akan siap menjalankan tugas yaitu meningkatkan dan mengoptimalkan nilai aset negara secara jangka panjang serta menyediakan alternatif pembiayaan bagi pembangunan berkelanjutan.

Sentimen pengumuman dewan direksi INA hanya sebentar berdampak positif terhadap pergerakan saham emiten kontraktor pelat merah atau BUMN Karya.

Pada akhir perdagangan Selasa (16/2/2021), saham BUMN Karya ditutup koreksi. Saham PT Waskita Karya (Persero) Tbk. mencatatkan koreksi paling terbatas sebesar 0,31 persen menjadi Rp1.605.

Selanjutnya saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. menyusul dengan pelemahan 0,50 persen menjadi Rp2.000 per saham.

Saham PT Adhi Karya (Persero) Tbk. turun 1,29 persen menjadi Rp1.525 per saham dan PT PP (Persero) Tbk. turun 1,36 persen menjadi Rp1.815 per saham.

Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan menjelaskan bahwa SWF akan menjadi katalis positif bagi emiten BUMN Karya. Pasalnya, kehadiran SWF akan memudahkan proses divestasi aset yang dilakukan dalam rangka recycling asset.

“WSKT memang lebih diuntungkan kalau divestasi berhasil, tapi bukan berarti emiten lain tidak diuntungkan,” kata Dennies kepada Bisnis, Selasa (16/2/2021).

Adapun, SWF disebut-sebut akan menyerap divestasi ruas jalan tol milik Waskita Karya tahun ini. Namun, manajemen WSKT belum mengungkapkan secara rinci ruas-ruas yang akan diambil oleh SWF karena saat ini masih dalam tahap penawaran kepada investor potensial.

Sebelumnya, Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan sebanyak 6 ruas jalan tol milik perseroan berpotensi mendapatkan pendanaan dari SWF.

Keenam ruas tersebut adalah Jalan Tol CIbitung—Tanjung Priok, Jalan Tol Depok—Antasari, Jalan Tol Pasuruan—Probolinggo, Jalan Tol Pemalang—Batang, Jalan Tol Pejagan—Pemalang, dan Jalan Tol Kanci—Pejagan.

Pada tahun ini, Waskita Karya berencana melepas 9 ruas jalan tol dengan nilai transaksi sekitar Rp10 triliun—Rp11 triliun.

Artha Sekuritas pun masih merekomendasikan saham-saham BUMN Karya yaitu WSKT, WIKA, ADHI, dan PTPP untuk dapat dicermati.

Disclaimer : Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham bumn karya SWF Indonesia
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top