Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengamat Menilai Tahun Ini Momentum Tepat BUMN untuk IPO

Prospek aksi IPO oleh BUMN dan anak usahanya sangat baik tahun ini seiring dengan upaya investor yang tengah mencari banyak alternatif investasi.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 04 Februari 2021  |  20:42 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir memberikan sambutan dalam acara 1st Indonesia Healthcare Corporation Medical Forum di Jakarta, Senin (10/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Menteri BUMN Erick Thohir memberikan sambutan dalam acara 1st Indonesia Healthcare Corporation Medical Forum di Jakarta, Senin (10/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA - Pengamat menilai saat ini merupakan salah satu momentum yang tepat bagi BUMN, termasuk anak dan cucunya, untuk menggelar penawaran umum perdana atau initial public offering atau IPO.

Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy mengatakan bahwa prospek aksi IPO oleh BUMN dan anak usahanya sangat baik tahun ini seiring dengan upaya investor yang tengah mencari banyak alternatif investasi.

“Apalagi, mengingat alternatif investasi di fixed income kan sedang rendah-rendahnya sekarang ini,” ujar Budi saat dihubungi, Kamis (4/2/2021).

Dia menilai prospek penyerapannya juga cukup cerah apalagi jika calon emiten BUMN berhasil mendapatkan harga penawaran yang sangat menarik.

Gelaran IPO oleh BUMN juga dapat menggairahkan pasar dan menambahkan jumlah emiten di Bursa Efek Indonesia. Apalagi, jika calon emiten pelat merah itu dapat melantai bursa dengan kontribusi kapitalisasi pasar yang besar.

Di sisi lain, dengan menggelar IPO, akan mendorong perusahaan BUMN lebih transparan dalam tata kelolanya karena akan ikut diawasi investor publik. Akibat hal itu, sebagian besar BUMN yang telah go public pun mencerminkan peningkatan kinerja dibanding sebelum melantai bursa.

Sementara itu, Pengamat BUMN Universitas Indonesia Toto Pranoto menilai respon pasar terhadap rencana gelaran IPO BUMN juga akan positif karena prospek bisnis setiap BUMN yang ditawarkan.

Dia mencontohkan PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel yang merupakan anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM). Menurutnya, Mitratel memiliki pangsa pasar yang sangat kuat di bisnis pengelolaan menara telekomunikasi. Hal tersebut dinilai akan meningkatkan daya tarik Mitratel saat akan melantai.

"Selain itu, patut diingat bahwa kapitalisasi 20 BUMN yang sudah melantai di bursa juga punya pengaruh besar terhadap pergerakan IHSG," ujarnya.

Adapun, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan pihaknya tengah mempersiapkan sejumlah BUMN termasuk anak-cucu perusahaannya untuk masuk ke pasar modal melalui skema initial public offering (IPO).

“Kita akan me-listing-kan lebih banyak BUMN lagi, anaknya atau cucunya. Di pipeline—saya nggak mau bilang angka fix-nya nanti dicari-cari—tapi ada 8 sampai 12 yang kita akan go public,” kata Erick ketika memberikan sambutan di pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia, Kamis (4/2/2021).

Lebih lanjut, Erick menargetkan BUMN-BUMN yang tengah ada dalam pipeline tersebut bisa melantai di Bursa dalam kurun waktu 3 tahun ke depan, atau hingga 2023 mendatang.

Direktur PT Anugerah Mega Investama Hans Kwee mengatakan bahwa tahun ini dan tahun depan akan menjadi momentum yang baik bagi setiap perusahaan untuk menggelar IPO, tidak terkecuali BUMN dan anak-cucunya.

Tren pasar yang positif dan jumlah peningkatan investor ritel yang terjadi saat ini akan sangat membantu gelaran aksi IPO.

“Apalagi untuk perusahaan BUMN, karena BUMN tampaknya akan selalu menarik bagi investor karena perusahaan didukung oleh pemerintah,” papar Hans kepada Bisnis.

Selain itu, sejumlah BUMN yang telah go public pun berhasil menempatkan dirinya sebagai pemimpin di pasar. Dengan rekam jejak itu pun, semakin menumbuhkan kepercayaan diri investor.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN ipo Aksi Korporasi erick thohir
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top