Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bursa Saham Anjlok Terus, Investor Alihkan Dana ke Obligasi?

Sejumlah dana yang keluar dari pasar saham kini disebut masuk ke pasar obligasi seiring dengan meningkatnya volatilitas pasar.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 29 Januari 2021  |  14:29 WIB
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan di Jakarta, Rabu (4/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan ponsel di dekat papan elektronik yang menampilkan Indeks Harga Saham Gabungan di Jakarta, Rabu (4/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) semakin melemah pada awal sesi II perdagangan Jumat (29/1/2021) seiring dengan aksi jual investor asing.

Pada pukul 14.04 WIB, IHSG turun 2,27 persen atau 136,02 poin menuju 5.843,36 Sepanjang hari ini, IHSG bergerak di rentang 5.825,29-6.068,12.

Terpantau 118 saham menguat, 376 saham melemah, dan 124 saham stagnan. Total transaksi mencapai Rp9,82 triliun dan kapitalisasi pasar menyusut menjadi Rp6.831,3 triliun.

Di tengah derasnya aksi jual, investor asing yang cenderung masuk sepanjang 2021 ikut melego portofolionya. Investor asing pun mencatatkan net buy Rp11,5 triliun.

Sementara itu, Dua bank pelat merah memuncaki daftar saham yang dilego asing hingga pertengahan sesi kedua. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan net sell Rp226,7 miliar. Saham BMRI pun anjlok 6,74 persen menuju Rp6.575.

Selanjutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) juga mencatat net sell Rp125,8 miliar. Saham BBRI turun 5,59 persen menjadi Rp4.220.

Terkait hal tersebut, Associate Director Fixed Income Anugerah Sekuritas Ramdhan Ario Maruto mengatakan, sejumlah dana yang keluar dari pasar saham kini masuk ke pasar obligasi seiring dengan meningkatnya volatilitas pasar.

Ia menjelaskan, meskipun kondisi pasar obligasi domestik tengah stagnan, sejumlah investor masih menganggap ketahanan surat utang Indonesia cukup baik. Hal tersebut terbukti ari stabilitas harga obligasi Indonesia.

“Mereka (investor) umumnya khawatir terkait efektivitas vaksin virus corona. Selain itu, jumlah kasus positif virus corona di Indonesia juga belum ada tanda-tanda melandai,” jelasnya saat dihubungi pada Jumat (29/1/2021)

Meski demikian, ia mengatakan jumlah dana yang masuk ke pasar obligasi Indonesia belum terlalu banyak. Para investor kebanyakan beralih pada aset-aset safe haven seperti emas untuk menaruh dananya.

“Belum terlihat ada  aliran dana yang besar ke pasar surat utang Indonesia. Kalaupun masuk, cenderung perlahan dan bertahap,” tambahnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Obligasi
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top