Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mengekor Bursa Eropa, Wall Street Menguat pada Awal Perdagangan

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,38 persen pada awal perdagangan, sedangkan indeks S&P 500 menguat 0,13 persen. Di sisi lain, indeks Nasdaq Composite terkoreksi tipis 0,04 persen.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 26 Januari 2021  |  22:02 WIB
Lambang Nasdaq Market Site di Times Square, New York -  Bloomberg / Demetrius Freeman
Lambang Nasdaq Market Site di Times Square, New York - Bloomberg / Demetrius Freeman

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat menguat pada awal perdagangan Selasa (26/1/2021) bersama dengan pasar saham Eropa.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,38 persen pada awal perdagangan, sedangkan indeks S&P 500 menguat 0,13 persen. Di sisi lain, indeks Nasdaq Composite terkoreksi tipis 0,04 persen.

Sektor energi memimpin indeks S&P 500, meskipun kenaikan diredam di tengah kekhawatiran terhadap varian virus corona baru dan potensi rintangan terhadap paket stimulus. Hal ini dikarenakan Presiden Joe Biden mengatakan dia terbuka untuk merundingkan proposal stimulus Covid-19 senilai US$1,9 triliun.

Pasar saham Eropa bergerak hampir seragam di zona hijau. Inedks Stoxx Europe 600 menguat 0,82 persen, sedangkan indeks DAX Jerman naik 1,84 persen.

Saham Naturgy Energy Group SA melonjak 18 persen karena manajer aset IFM Global Infrastructure menawarkan untuk mengakuisisi perusahaan Spanyol tersebut. EQT AB Swedia, salah satu firma ekuitas swasta terbesar di Eropa, melonjak 22 persen setelah setuju untuk mengambil alih Exeter Property Group senilai US$1,9 miliar.

Saham global diperdagangkan mendekati rekor tertinggi karena investor menyambut musim laporan pendapatan emiten AS pekan ini. Investor juga mengawasi perkembangan terkait pandemi dan penyebarannya.

"Ada beberapa berita negatif tentang lockdown, varian virus baru, dan pertanyaan tentang kemanjuran vaksin," kata kepala alternatif pendapatan tetap Jupiter Asset Management Mark Nash, seperti dikutip Bloomberg.

“Itu bukan kombinasi yang baik untuk pasar yang mengharapkan dunia yang sempurna,” lanjutnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top