Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Aje Gile! Saham Bank Jago (ARTO) Naik 75 Persen Sejak Dicaplok Gojek

Masuknya Gojek sebagai salah satu pemegang saham Bank Jago (ARTO) dinilai menjadi sentimen bagi pergerakan saham berkode ARTO.
M. Richard
M. Richard - Bisnis.com 26 Januari 2021  |  08:38 WIB
Direktur Utama Bank Jago, Kharim Indra Gupta Siregar. - Bisnis/Rivki Maulana
Direktur Utama Bank Jago, Kharim Indra Gupta Siregar. - Bisnis/Rivki Maulana

Bisnis.com, JAKARTA - Saham PT Bank Jago Tbk. kembali menguat tajam pada perdagangan hari kemarin, Senin (25/1/2021). Saham berkode ARTO sudah naik 75 persen sejak Grup Gojek mengambil alih sebagian saham bank tersebut.

Hingga penutupan perdagangan kemarin, saham ARTO naik 6,64 persen ke level 6.825. Dengan kenaikan harga saham ini, kapitalisasi market Bank Jago pun melesat ke Rp74,09 triliun.

Sejak awal tahun, saham ARTO sudah menguat 61 persen. Saham Bank Jago makin moncer setelah Gojek lewat anak usaha PT Dompet Karya Anak Bangsa mengakuisisi 1,95 miliar saham Bank Jago senilai Rp2,25 triliun pada 18 Desember 2020 lalu.

Harga penutupan pada 18 Desember 2020 sebesar 3.900. Walhasil, hingga kemarin, saham Bank Jago sudah melesat 75 persen dalam waktu sebulan.

Pengamat pasar modal menilai sentimen dari Grup Gojek masih memberi angin segar bagi investor Bank Jago. Analis Senior CSA Research Institute Reza Priyambada mengatakan saat ini belum ada aksi korporasi khusus dari perseroan. Investor saat ini masih menyimpan persepsi cukup baik lantaran aksi korporasi dari Grup Gojek sebelumnya.

"Saat ini belum ada hal yang baru. Investor masih terdorong sentimen sebelumnya," sebutnya kepada Bisnis, Senin (25/1/2021).

Grup Gojek meyakini investasi di Bank Jago merupakan bagian dari strategi bisnis jangka panjang yang akan memperkuat pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis Gojek ke depannya.

Meski demikian, Reza menyampaikan saham Bank Jago tersebut sudah over valued, khususnya dengan price to book valued yang melambung ke 6,77 kali. Dia menyarankan investor jangka panjang untuk hati-hati berinvestasi pada emiten ini.

"Kalau mau rekomendasi, ya harus lihat tipe investornya. Yang jelas rencana pengembangan dari Bank Jago masih belum terlihat dari laporan kinerja kuartal ketiga 2020," sebutnya.

Sebelumnya, Direktur Utama Bank Jago Kharim Gupta Siregar mengatakan perseroan hadir dengan model bisnis baru yang menawarkan solusi finansial berbasis teknologi. Kebutuhan layanan keuangan yang serba digital disebut meningkat, seiring dengan kondisi pandemi yang membatasi aktivitas masyarakat.

"Kami membangun life financial apps. Kuncinya adalah kami hadir embedded di dalam ekosistem[digital] dan semua layanan terintegrasi," ujar Kharim dalam sesi ramah tamah dengan media massa di Jakarta, Jumat (18/12/2020).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

transaksi saham Gojek bank jago
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top