Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pernyataan Yellen dan Pelantikan Biden Kembalikan Kilau Harga Emas

Saat ini investor tengah mempertimbangkan prospek aset safe haven seperti emas di masa pemerintahan Presiden AS Joe Biden.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 20 Januari 2021  |  18:08 WIB
Mantan Gubernur Federal Reserve Janet Yellen, yang kini akan menjadi Menteri Keuangan AS. - Reuters/Jonathan Ernst
Mantan Gubernur Federal Reserve Janet Yellen, yang kini akan menjadi Menteri Keuangan AS. - Reuters/Jonathan Ernst

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas berbalik menguat menyusul pernyataan Calon Menteri Keuangan Janet Yellen terkait dolar AS. Rebound harga emas juga didukung oleh sentimen paket stimulus jumbo dan prospek perdagangan AS dibawah Presiden Terpilih Joe Biden.

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (20/1/2021) sore WIB, harga emas di pasar Spot terpantau naik hingga 0,76 persen level US$1.854,27 per troy ounce. Sementara itu, harga emas berjangka Comex juga terpantau naik hingga12,5 poin atau 0,68 persen ke posisi US$1.849,60 per troy ounce.

Salah satu katalis kenaikan harga emas adalah pernyataan calon menteri keuangan Janet Yellen, yang menegaskan bahwa dirinya tidak menargetkan level tertentu untuk nilai tukar dolar terhadap mata uang lain. Yellen diperkirakan akan resmi dilantik sebagai Menteri Keuangan AS baru pada Kamis pekan ini.

Dia memaparkan, dirinya percaya bahwa tujuan AS untuk menciptakan lapangan pekerjaan dan menaikkan gaji serta stabilitas pasar keuangan dapat menjadi contoh baik bagi negara. Komitmen ini sangat positif tidak hanya bagi AS tetapi juga bagi mitra AS.

"Nilai tukar AS dengan mata uang lain harus ditentukan oleh pasar. Pasar akan merefleksikan variasi kinerja ekonomi, secara general memfasilitasi penilaian terhadap ekonomi global," kata Yellen di hadapan Komite Keuangan Senat.

Yellen melanjutkan, AS tidak akan menyasar nilai tukar yang lebih rendah. Pasalnya, tindakan ini akan mematikan manfaat kompetitif. Yellen menilai AS harus menentang tindakan dari negara lain yang melakukan hal ini.

Hal tersebut bertolak belakang dengan kebijakan Menteri Keuangan Steven Mnuchin. Dalam sejumlah kesempatan, Mnuchin menyatakan dirinya lebih memilih pelemahan nilai dolar AS untuk mendapatkan keunggulan dalam perdagangan global.

Pada kesempatan yang sama, Yellen juga berjanji jika dia bekerja untuk presiden terpilih, dirinya akan menentang tindakan intervensi mata yang dimaksudkan untuk mencari keuntungan dalam hal perdagangan dan lainnya.

Lebih lanjut, Yellen juga mengatakan pembelanjaan besar-besaran perlu dilakukan oleh pemerintahan negara bagian guna melawan dampak negatif pandemi virus corona. Ia juga meyakinkan Senat bahwa lonjakan kenaikan utang ditengah tren suku bunga rendah tidak akan berdampak signifikan terhadap AS.

Selain itu, kenaikan harga emas juga ditopang oleh prospek kebijakan perdagangan dengan China. Sejumlah kandidat pengisi kursi menteri di pemerintahan Biden diperkirakan akan melanjutkan langkah-langkah tegas yang diambil pada masa pemerintahan Donald Trump.

Calon Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, mengatakan AS sebaiknya melarang barang-barang buatan Xinjiang, China, masuk ke AS.

Harga emas bergerak menurun pada pekan-pekan awal tahun 2021 seiring dengan kenaikan imbal hasil obligasi AS atau US Treasury dan penguatan nilai dolar AS. Di saat yang sama, pasar saham setempat juga menikmati reli positif.

Saat ini investor tengah mempertimbangkan prospek aset safe haven seperti emas di masa pemerintahan Presiden AS, Joe Biden. Adapun, Biden akan resmi dilantik sebagai Presiden ke-46 Amerika Serikat pada hari Rabu waktu setempat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas Harga Emas Hari Ini dolar as janet yellen Joe Biden
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top