Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Musim Dingin Ekstrem, Reli Harga LNG Siap Berlanjut

Suhu rendah yang tidak normal terjadi hampir di seluruh bagian Asia Utara akan memaksa konsumen di kawasan itu mengisi kembali stok LNG sehingga dapat mendorong harga sepanjang 2021.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  13:53 WIB
Fasilitas terminal dan pengelolaan gas terapung (Floating Storage and Regasification/FSRU) gas alam cair (LNG) Lampung PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Istimewa - PGN
Fasilitas terminal dan pengelolaan gas terapung (Floating Storage and Regasification/FSRU) gas alam cair (LNG) Lampung PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN). Istimewa - PGN

Bisnis.com, JAKARTA – Reli harga liquefied natural gas atau LNG di pasar Asia diyakini berlanjut seiring dengan musim dingin ekstrem masih berlangsung, sedangkan pasokan mulai menipis.

Wakil Presiden Wood Mackenzie Massimo Di-Odoardo mengatakan bahwa dalam beberapa pekan terakhir suhu rendah yang tidak normal terjadi hampir di seluruh bagian Asia Utara, pusat konsumen LNG terbesar dunia.

Hal itu akan memaksa konsumen di kawasan itu mengisi kembali stok LNG sehingga dapat mendorong harga sepanjang 2021.

“Musim dingin ekstrem akan memiliki implikasi jangka panjang sepanjang 2021. Itu akan membuka jalan peningkatan permintaan di seluruh Asia Utara, yang juga akan membuat total stok LNG yang tersedia di Eropa pada gilirannya menipis,” ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (14/1/2021).

Menurut Wood Mackenzie, tingkat penyimpanan LNG di Eropa sudah lebih dari 15 miliar meter kubik lebih rendah dari tahun lalu. Selain, harga batu bara dan karbon yang juga lebih tinggi, akan memberikan ruang utama bagi lebih banyak permintaan gas musim panas di Eropa.

Di sisi lain, perbedaan yang cukup tinggi antara harga LNG Asia dan Eropa membuat banyak pemasok mulai mengalihkan kargo dari Eropa ke Asia untuk memanfaatkan harga yang lebih tinggi.

Kendati demikian, harga tinggi bersejarah LNG di Asia akan segera berakhir mengingat kontrak teraktif yang diperdagangkan saat ini merupakan kontrak Februari 2021 yang akan jatuh tempo pada pekan depan.

Sementara itu, kontrak Maret 2021 yang akan menggantikan kontrak perdagangan aktif ada di level setengah dari harga yang diperdagangkan pada kontrak Februari 2021.

Pada penutupan perdagangan Rabu (13/1/2021), harga LNG Japan/ Korea Marker, yang menjadi harga patokan LNG di Asia, untuk kontrak Februari 2021 terkoreksi 8,25 persen ke posisi US$25,515 per MMBtu dari penutupan perdagangan sebelumnya, US$27,89 per MMBtu.

Adapun, pada pertengahan perdagangan Selasa (12/1/2021) sempat melonjak menjadi US$32,494 per MMBtu, naik 18 kali lipat dari rekor terendah April dan tertinggi sejak S&P Global Platts memulai penilaian pada 2009.

Sementara itu, harga LNG Japan/ Korea Marker kontrak Maret 2021 pada penutupan perdagangan Rabu (13/1/2021) berada di posisi US$10,25 per MMBtu, jauh berada di bawah harga kontrak Februari 2021.

Oleh karena itu, WoodMackenzie memperkirakan harga LNG Asia akan berakhir dengan rata-rata US$7,6 per juta Btu pada 2021, hampir dua kali lipat dari tingkat tahun lalu. Harga LNG Belanda, yang menjadi patokan di Eropa, diproyeksi naik 75 persen menjadi US$5,6 pada 2021.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lng harga komoditas
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top