Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Koreksi Tipis, Investor Asing Net Buy Rp2,96 Triliun

Investor asing mencatatkan aksi beli bersih atau net buy hingga Rp2,96 triliun. Hal ini membuat catatan net buy sepanjang 2021 atau 9 hari perdagangan tahun ini mencapai Rp10,52 triliun
Pengunjung mengambil gambar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha
Pengunjung mengambil gambar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis/Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Kendati Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis (14/1/2021), investor asing tetap masuk melakukan aksi beli.

IHSG ditutup melemah 0,11 persen atau 6,89 poin ke level 6.428,315. Sepanjang perdagangan, IHSG berada di kisaran 6.407,57 hingga 6.465,532.

Sementara itu, di antara seluruh konstituen IHSG terdapat 194 saham menguat, 301 saham terkoreksi, dan 144 saham terpantau tidak bergerak daripada posisi sebelumnya.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing mencatatkan aksi beli bersih atau net buy hingga Rp2,96 triliun. Hal ini membuat catatan net buy sepanjang 2021 atau 9 hari perdagangan tahun ini mencapai Rp10,52 triliun

Mengutip data konsultan keuangan D'Origin, investor asing tampak memburu saham-saham jumbo atau big caps. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) mencatatkan net buy sebesar Rp298,84 miliar, diikuti PT Astra Internasional Tbk. (ASII) Rp141,89 miliar, dan saham PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) Rp60,29 miliar.

Adapun, terjadi transaksi di pasar negosiasi lebih dari Rp2 triliun di saham PT Soho Global Health Tbk. (SOHO). Berdasarkan data Bloomberg, terjadi transaksi crossing sebanyak 487.087.305 saham melalui Indo Premier Sekuritas. Nilai transaksi itu mencapai Rp2,29 triliun.

Sebanyak 5 dari 10 indeks sektoral berakhir di zona merah, didorong oleh sektor properti yang melemah 0,96 persen dan finansial yang terkoreksi 0,63 persen.

Di sisi lain, sektor industri dasar memimpin 5 sektor yang menguat dengan kenaikan 1,61 persen, disusul sektor infrastruktur yang menguat 0,73 persen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Finna U. Ulfah
Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper