Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Prospek Ekonomi Cerah, Wall Street Naik Lagi

Indeks S&P 500 ditutup menguat 0,3 persen sedangkan indeks Dow Jones dan Nasdaq Composite masing-masing naik 0,1 persen dan 0,5 persen. investor terus fokus pada ekspektasi pengeluaran fiskal dan prospek ekonomi yang menjanjikan setelah proses vaksinasi Covi-19 selesai.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 14 Januari 2021  |  05:32 WIB
Aktivitas perdagangan saham di New York Stock Exchange. Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi setelah reli saham-saham teknologi, Selasa (1/9/2020). - Bloomberg
Aktivitas perdagangan saham di New York Stock Exchange. Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi setelah reli saham-saham teknologi, Selasa (1/9/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa saham Amerika Serikat (AS) kembali ditutup menguat seiring dengan optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi yang ditopang oleh dukungan pemerintah.

Dilansir dari Bloomberg, Wall Street kembali menguat pada perdagangan Rabu (13/1/2021) saat imbal hasil obligasi AS turun kedua kalinya dari level tertinggi sejak Maret 2020.

Indeks S&P 500 ditutup menguat 0,3 persen sedangkan indeks Dow Jones dan Nasdaq Composite masing-masing naik 0,1 persen dan 0,5 persen. Nasdaq berhasil mengungguli indeks acua setelah saham Intel Corp melonjak 7 persen seiring dengan penunjukkan management baru.

Ryan Nauman, ahli strategi pasar di Informa Financial Intelligence's Zephyr mengatakan investor terus fokus pada ekspektasi pengeluaran fiskal dan prospek ekonomi yang menjanjikan setelah proses vaksinasi Covi-19 selesai.

“Ini semua tentang ketahanan dan sekarang dan pasar saham terus mengabaikan dan tidak terpengaruh oleh semua kekacauan yang ada di luar sana,” ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg, Kamis (14/1/2021).

Di Washington, House of Representative memberikan suara untuk memakzulkan Presiden Donald Trump untuk kedua kalinya sebagai buntut dari kerusuhan di Capitol Building. Sidang senat untuk Trump kemungkinan tidak akan berlangsung sebelum masa jabatannya berakhir pada 20 Januari 2021.

Di Eropa, anggota dewan gubernur European Central Bank (ECB) Francois Villeroy de Galhau mengatakan bank sentral akan menjaga sikap longgar selama diperlukan. Sementara itu, investor AS terhibur dari pernyataan dua pejabat Federal Reserve yang menolak kemungkinan pengurangan pembelian obligasi dalam waktu dekat.

Tim analis Deutsche Bank AG termasuk Jim Reid mengatakan komentar terkoordinasi dari gubernur Fed membantu menurunkan imbal hasil obligasi.

"Tahun ini baru berlangsung selama tujuh hari kerja dan kami telah melihat adanya debat tapering yang dimainkan oleh The Fed,” ungkap Deutsche Bank, seperti dikutip Bloomberg.

Berikut perkembangan pasar terkini

Saham

  • Indeks S&P 500 naik 0,3 persen menjadi 3.809,84
  • Dow Jones Industrial Average naik 0,1 persen menjadi 31.060,47.
  • Indeks Nasdaq melonjak 0,5 persen menjadi 13.128,95.
  • Indeks Stoxx Europe 600 naik 0,1 persen menjadi 409,07.
  • MSCI All-Country World Index naik 0,3 persen menjadi 661,44.

Mata Uang

  • Indeks Spot Dolar Bloomberg naik 0,2 persen menjadi 1.122,79.
  • Euro turun 0,4 persen menjadi $ 1,2157.
  • Pound Inggris turun 0,3 persen menjadi $ 1,3634.
  • Yen Jepang melemah 0,1 persen menjadi 103,87 per dolar.

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi 10-tahun AS merosot empat basis poin menjadi 1,09 persen
  • Imbal hasil obligasi 10-tahun Jerman turun lima basis poin menjadi -0,52 persen
  • Imbal hasil obligasi 10-tahun Inggris turun lima basis poin menjadi 0,307 persen

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate turun 0,6 persen menjadi $ 52,88 per barel
  • Perak melemah 1,5 persen menjadi $ 25,25 per ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa as wall street Donald Trump

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top