Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG di Zona Hijau, Asing Borong Saham BBRI pada Sesi I

IHSG ditutup naik 0,51 persen bergerak di level 6.464-6.393. Adapun total volume perdagangan mencapai 17,05 juta saham dengan total nilai Rp15,21 triliun.
Rinaldi Mohammad Azka
Rinaldi Mohammad Azka - Bisnis.com 13 Januari 2021  |  13:00 WIB
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan berada di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau naik 0,51 persen ke level 6.428 pada penutupan perdagangan sesi pertama, Rabu (13/1/2021). Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net foreign buy) sebesar Rp510,84 miliar.

IHSG ditutup naik 0,51 persen bergerak di level 6.464-6.393. Adapun total volume perdagangan mencapai 17,05 juta saham dengan total nilai Rp15,21 triliun. Dengan 216 saham bergerak di zona hijau, 248 saham di zona merah, dan 149 saham tak berubah.

Investor asing masih aktif melakukan belanja saham dengan memborong saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) hingga Rp483,2 miliar dengan volume perdagangan 100,7 juta lembar. Hasilnya, saham BBRI naik 1,48 persen ke level 4.790.

Selain itu, asing juga membeli saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk. (INKP) dengan nilai Rp188,1 miliar dan membuat harganya naik 8,57 persen. Posisi ketiga, investor asing juga memborong saham PT Astra Internasional Tbk. (ASII)  sebesar Rp155 miliar dan membuat ASII tumbuh tipis 0,77 persen.

Adapun, top gainers sesi I didapatkan oleh PT Acset Indonusa Tbk. (ACST) yang naik 19,75 persen, PT Borneo Olah Sarana Sukses Tbk. (BOSS) tumbuh 18,27 persen, dan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang tumbuh 9,39 persen.

Sementara, sejumlah saham farmasi menjadi top losers ketika vaksinasi dimulai pada hari ini. PT Tempo Scan Pacific Tbk. (TSPC) turun 6,83 persen, disusul PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) turun 6,81 persen, dan PT Indofarma Tbk. (INAF) turun 6,81 persen.

Kepala Riset Indo Premier Sekuritas Jovent Muliadi memperkirakan pertumbuhan laba bersih per saham (Earning per Share/EPS) sebesar 16 persen – 20 persen pada tahun ini.

Walaupun EPS itu lebih rendah daripada perkiraan sebelumnya sebesar 27 persen – 29 persen, Indo Premier Sekuritas memperkirakan laju IHSG akan ditopang dari sisi ekspansi sejumlah indikator seperti jumlah uang beredar (M2), likuiditas tinggi, dan era suku bunga rendah.

“Target IHSG kami 7.100 untuk 2021 dengan sektor pilihan yaitu perbankan, telekomunikasi, infrastruktur termasuk properti, dan komoditas. Risiko utama tahun ini adalah proses vaksinasi yang tak terlalu cepat,” tulis Jovent dalam riset terbaru.

Apabila IHSG mampu menyentuh 7.100 pada akhir tahun nanti, hal itu mencerminkan kenaikan sebesar 11,02 persen dibandingkan posisi Selasa (12/1/2021) pada level 6.395.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top