Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Fenomena Baru Artis Beri Rekomendasi Saham, Investor Harus Bijak

Bagi investor pemula, disarankan untuk bijak dan tidak ikut-ikutan membeli suatu saham tanpa mengetahui aspek teknikal dan fundamental.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 05 Januari 2021  |  20:21 WIB
Fenomena Baru Artis Beri Rekomendasi Saham, Investor Harus Bijak
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Pada perdagangan Rabu (10/9) IHSG sempat mengalami trading halt dan ditutup anjlok 5,01% atau 257,91 poin menjadi 4.891,46. Bisnis - Himawan L Nugraha
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebut portofolio saham yang diumbar oleh tokoh publik belakangan ini sebagai fenomena baru.

Bagi investor pemula, disarankan untuk bijak dan tidak ikut-ikutan membeli suatu saham tanpa mengetahui aspek teknikal dan fundamental.

Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan para pemengaruh atau influencer yang mengumbar portofolio saham di media sosial merupakan fenomena baru seiring dengan meningkatnya transaksi dari investor ritel.

“Walaupun ada aturan mengenai ini [rekomendasi saham], pendekatan yang akan dipakai adalah persuasi dan edukasi kepada para influencer. Kami melihatnya positif, membantu pendalaman pasar,” ujar Laksono, Selasa (5/1/2021).

Kendati mengapresiasi minat artis hingga anak presiden meramaikan pasar saham, Laksono memandang perlu untuk mengajak para influencer berdiskusi untuk mengingatkan risiko dan dampak dari endorse saham secara keseluruhan.

Adapun, biasanya rekomendasi saham diberikan oleh perusahaan sekuritas khususnya dari divisi riset. Biasanya, analis akan menjabarkan sisi fundamental dan teknikal dari suatu saham sebelum memberikan rekomendasi beli, tahan, atau jual.

Selain perusahaan broker, investor kondang yang dikenal sebagai Warren Buffet Indonesia yaitu Lo Kheng Hong juga biasanya memberikan komentar mengenai suatu saham dilengkapi dengan unsur fundamental.

Adapun, pesan yang sering disampaikan Lo Kheng Hong adalah jangan membeli kucing dalam karung dan investor harus sering membedah laporan keuangan emiten.

So, harus bijak juga menyikapi fenomena baru ini karena memang dunia sudah berubah dalam banyak hal,” tutur Laksono.

Belakangan ini, ramai tokoh publik yang ‘mengumbar’ dan memberikan ajakan membeli saham tertentu lewat media sosial. Ajakan membeli saham tertentu ini dilakukan mulai dari artis, musisi, tokoh agama, hingga anak presiden.

Terbaru, musisi Ari Lasso dan aktor Raffi Ahmad yang terjun ke dunia pasar modal menjagokan saham yang sama, yakni PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS).

MCAS pun memberikan klarifikasi bahwa perseroan tidak meng-endorse Raffi Ahmad maupun Ari Lasso untuk mempromosikan saham MCAS.

Berdasarkan surat perseroan kepada Bursa Efek Indonesia, Direktur & Corporate Secretary PT M Cash Integrasi Tbk. Rachel Stephanie Siagian membantah bahwa perseroan memiliki hubungan bisnis dengan Ari Lasso maupun Raffi Ahmad.

Rachel menjelaskan perseroan ataupun grup perseroan tidak melakukan endorsement atau pemberian gratifikasi kepada kedua figur tersebut untuk memberikan testimoni atau merekomendasikan saham perseroan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham bursa efek indonesia raffi ahmad rekomendasi saham ari lasso
Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top