Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Raffi Ahmad hingga Kaesang Ajak Beli Saham, BEI Angkat Bicara

Ajakan membeli saham yang dilakukan oleh influencer juga menimbulkan kekhawatiran terjadinya aksi perdagangan dengan orang dalam (insider trading). BEI bakal mengajak diskusi para influencer terkait aktivitas mereka di pasar modal.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 05 Januari 2021  |  14:19 WIB
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (12/11/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) angkat bicara mengenai tokoh publik yang kerap ‘mengumbar’ dan memberikan ajakan membeli saham tertentu lewat media sosial baru-baru ini.

Ajakan membeli saham tertentu dilakukan mulai dari artis, musisi, tokoh agama, hingga anak presiden. Para public figure itu antara lain Ustaz Yusuf Mansur, anak bungsu Presiden Joko Widodo Kaesang Pangarep, hingga Raffi Ahmad.

Direktur Perdagangan dan Penilaian Anggota Bursa BEI Laksono Widodo mengatakan otoritas bursa akan mengajak para pemberi pengaruh (influencer) itu untuk berdiskusi mengenai pasar modal.

“Di satu pihak kami menyambut positif influencer seperti mereka namun juga perlu mengingatkan mereka akan tanggung jawab moral untuk para pengikutnya,” kata Laksono, Selasa (5/1/2021).

Laksono menjelaskan pihaknya juga akan mengingatkan para tokoh publik tersebut tentang potensi tuntutan hukum dari para pengikutnya apabila ada yang merasa dikecewakan.

Untuk memastikan praktik perdagangan saham di pasar modal berjalan sesuai aturan, bursa juga akan mengajak para tokoh publik tersebut ikut Sekolah Pasar Modal (SPM) bagi yang belum pernah mengikuti.

Adapun, ajakan membeli saham yang dilakukan oleh influencer juga menimbulkan kekhawatiran terjadinya aksi perdagangan dengan orang dalam (insider trading).

Insider trading merupakan istilah ketika pembeli saham tertentu telah mendapatkan fakta dan rencana emiten di masa depan sebelum diketahui publik. Praktik dengan tujuan memperoleh keuntungan lebih ini pun termasuk tindak pidana sebagaimana diatur UU Pasar Modal. 

Dalam rangka mengantisipasi hal tersebut, Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setya mengatakan pihaknya telah mengirimkan permintaan penjelasan kepada setiap emiten.

“Kita tunggu dulu tanggapannya ya,” ujar Nyoman.

Baru-baru ini, musisi Ari Lasso dan Raffi Ahmad yang terjun ke dunia pasar modal menjagokan saham yang sama, yakni PT M Cash Integrasi Tbk.

Ari mengakui salah satunya instrumen yang disukainya adalah berinvestasi di pasar saham. Di masa pandemi menurutnya ada satu saham yang luar biasa menarik, yakni PT M Cash Integrasi Tbk., kode saham MCAS.

"Dalam beberapa bulan ini signifikan banget kenaikannya," imbuhnya, sambil menunjukkan harga saham MCAS yang naik signifikan selama 6 bulan terakhir di layar ponselnya.

Sebelumnya, dalam unggahan di media sosial Instagram @raffinagita1717, Senin (4/12/2021), Raffi mengaku baru pertama kali berinvestasi di saham. Dia menyebut, investasi di saham merupakan opsi untuk menghadapi masa-masa ketidakpastian di tengah pandemi.

“Dengan keadaan seperti ini kita harus bener-bener fight, apapun kita harus pelajari dengan perkembangan IT dan teknologi. Coba deh telusuri MCAS, ikutan kayak gue,” ujarnya.

Sepanjang 2020, saham MCAS sudah mencetak kenaikan 38,54 persen dan ditutup di level 3.990 pada 30 Desember 2020.

M Cash Integrasi melantai di Bursa Efek Indonesia pada 1 November 2017 dengan harga IPO saat itu mencapai Rp1.385. Maka, sejak IPO hingga hari ini saham MCAS sudah naik 229,24 persen.

Lebih dulu dari kedua tokoh tersebut, anak Presiden Joko Widodo yaitu Kaesang Pangarep dan Ustaz Yusuf Mansur sudah lebih dulu ‘ramai’ di jagad maya merekomendasikan saham pegangannya.

Keduanya sama-sama menjagokan saham BUMN yaitu Kaesang menggenggam saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) dan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk. (ANTM) sementara UYM menjagokan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) dan PT PP Properti Tbk. (PPRO).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia raffi ahmad kaesang
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top