Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Waskita Karya (WSKT) Incar Kontrak Baru Rp31,6 Triliun

Target kontrak baru Waskita Karya tahun ini naik 16 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Perseoan bakal membidik perolehan kontrak baru dari tender proyek pemerintah, badan usaha, maupun pengembangan usaha yang dilakukan oleh grup.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 05 Januari 2021  |  17:24 WIB
Waskita Karya (WSKT) Incar Kontrak Baru Rp31,6 Triliun
Gedung Waskita Heritage. Gedung ini merupakan kantor pusat PT Waskita Karya (Persero) Tbk, terletak di Jalan M.T Haryono, Jakarta. - istimewa
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten kontraktor pelat merah PT Waskita Karya (Persero) Tbk. menargetkan perolehan kontrak baru senilai Rp31,6 triliun pada 2021. Target nilai kontrak baru itu naik 16,6 persen dibandingkan target nilai kontrak baru pada 2020 senilai Rp27,1 triliun.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan realisasi kontrak baru pada 2020 hampir mencapai target. “[Realisasi kontrak baru] Hampir Rp27 triliun, lebih dari Rp26 triliun,” kata Destiawan, Selasa (5/1/2021).

Adapun, di sepanjang 2020 emiten dengan kode saham WSKT tersebut mencatatkan total nilai kontrak senilai Rp66,65 triliun. Jumlah tersebut termasuk kontrak carry over senilai Rp39,5 triliun dan prognosa nilai kontrak baru Rp27,1 triliun.

Sebagian besar kontrak baru tersebut didapatkan dari proyek infrastruktur konektivitas seperti jalan tol, jalan, pelabuhan, jalur kereta api, LRT, dan bandara.

Selanjutnya, WSKT juga mendapatkan kontrak dari proyek EPC dan industri seperti transmisi, tenaga listrik, pipa gas, precast dan baja, serta plantation. Sementara sebagian kecil kontrak baru didapatkan dari proyek infrastruktur sumber daya air dan gedung.

Untuk target kontrak baru tahun ini,  Destiawan mengatakan pihaknya akan fokus pada pasar eksternal atau proyek yang berasal dari pemerintah (APBN/APBD), BUMN, dan swasta termasuk di luar negeri.

Secara persentase, proyek dari pemerintah sebesar 30 persen, BUMN sebesar 25 persen, swasta sebesar 22 persen, dan sisanya proyek pengembangan investasi baik di sektor tol maupun nontol.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

waskita karya Kinerja Emiten
Editor : Rivki Maulana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top