Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bukan INDF atau ICBP, Ini Emiten Grup Salim Tercuan Sepanjang 2020

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, harga saham emiten yang bergerak di bidang pengemasan makanan tersebut melesat 72,04 persen sepanjang 2020 menjadi Rp160 per saham pada akhir perdagangan Rabu (30/12/2020).
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 02 Januari 2021  |  09:34 WIB
Presiden Direktur PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk. Henry Halim (kedua kanan), Wakil Direktur Utama Jeffry Halim (kedua kiri),  Direktur  Kho Tiat Hong (kiri) dan Direktur Leo Firdaus berbincang usai RUPST, di Jakarta, Rabu (15/5/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat
Presiden Direktur PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk. Henry Halim (kedua kanan), Wakil Direktur Utama Jeffry Halim (kedua kiri), Direktur Kho Tiat Hong (kiri) dan Direktur Leo Firdaus berbincang usai RUPST, di Jakarta, Rabu (15/5/2019). - Bisnis/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Kinerja saham PT Indopoly Swakarsa Industry Tbk. (IPOL) melesat jauh di atas harga saham emiten Grup Salim lainnya sepanjang 2020.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, harga saham emiten yang bergerak di bidang pengemasan makanan tersebut melesat 72,04 persen sepanjang 2020 menjadi Rp160 per saham pada akhir perdagangan Rabu (30/12/2020).

Sementara itu, saham PT Indomobil Multi Jasa Tbk Tbk. (IMJS) menyusul di belakangnya dengan kenaikan 44,98 persen secara year-on-year (yoy) menjadi Rp410 per saham.

Saham di bawah Grup Bakrie lainnya yang mencatatkan kinerja positif adalah PT Indomobil Sukses Internasional Tbk. (IMAS) dan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk. (DNET). Saham IMAS terpantau naik 38,75 persen pada tahun lalu menjadi Rp1.515 per saham dan MDIA menguat 14,01 persen menjadi Rp3.500 per saham.

Menyusul dibelakang IMAS dan DNET adalah PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) yang menguat 6,85 persen ke level Rp1.360. Selanjutnya, PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) juga naik 2,73 persen ke Rp224.

Sementara itu, saham emiten pemilik usaha KFC dan Taco Bell PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) menjadi emiten Grup Salim dengan performa harga saham paling buruk dengan koreksi 14,51 persen ke level Rp1.090 per saham.

Saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menyusul dibelakang FAST setelah anjlok 12,12 persen sepanjang 2020 di posisi Rp9.575.

Beberapa emiten di bawah Grup Salim juga mencatatkan hasil negatif, PT Salim Ivomas Pratama Tbk Tbk (SIMP) terkoreksi 2,78 persen ke Rp420, PT PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIM) turun 5,99 persen ke Rp1.375, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) turun 9,84 persen ke Rp6.850.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham Kinerja Emiten grup salim
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top