Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nusantara Infra (META) Targetkan Pendapatan Rp800 Miliar pada 2021

Prospek kenaikan pendapatan META pada 2021 seiring dengan dua proyek besar yang sudah rampung pada 2020.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 24 Desember 2020  |  12:07 WIB
Jalan Tol Seksi Empat, Makassar, salah satu jalan tol yang dikelola PT JTSE, anak usaha PT Nusantara Infrastructure. - nusantarainfrastructure.com
Jalan Tol Seksi Empat, Makassar, salah satu jalan tol yang dikelola PT JTSE, anak usaha PT Nusantara Infrastructure. - nusantarainfrastructure.com

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten PT Nusantara Infrastructure Tbk. mengincar pendapatan meningkat hingga dua kali lipat menjadi Rp800 miliar pada 2021.

Emiten bersandi saham META itu menargetkan pendapatan sebelum terkena bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA akan melesat hingga 86 persen secara tahunan pada 2021.

Direktur Nusantara Infrastructure Danni Hasan mengatakan proyeksi itu seiring dengan proyeksi pertumbuhan pendapatan sekitar 50 persen tahun depan. Adapun, prospek kenaikan pendapatan dan EBITDA perseroan pada 2021 seiring dengan dua proyek besar yang sudah rampung pada 2020.

Apabila META dapat membukukan pendapatan pada 2020 senilai Rp530 miliar, maka pendapatan pada 2021 diharapkan naik ke sektar Rp800 miliar.

“Dari EBITDA akan meningkat lebih tinggi lagi. Saya pikir EBITDA tahun depan bisa mencapai Rp440 miliar — Rp445 miliar atau 86 persen peningkatannya,” kata Danni, Rabu (23/12/2020).

Sementara itu, Danni menyampaikan laba perseroan pada 2021 memiliki cerita yang berbeda dari perkiraan pendapatan maupun EBITDA. Pasalnya, perseroan akan mulai membayar bunga dari Jalan Tol A.P. Pettarani milik PT Margautama Nusantara (MUN).

Danni mengatakan bahwa pendapatan dari jalan tol Pettarani di Makassar pada 2021 bisa naik hingga Rp186 miliar dari saat ini sekitar Rp61 miliar (seksi 1 dan 2), dengan asumsi operasional seksi III dilakukan tepat waktu.

Selanjutnya, perseroan juga akan mendapatkan kucuran pendapatan dari operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Lau Gunung yang ditaksir mencapai Rp67 miliar dari tahun ini Rp9 miliar.

Baru-baru ini, META telah meresmikan operasional PLTA Lau Gunung yang memiliki kapasitas 15 megawatt berlokasi di Desa Lau Gunung, Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi.

“Jadi kalau semua lancar, bisnis dalam keadaan baik, pendapatan akan meningkat 50 persen dibandingkan 2020. Kalau dibandingkan keadaan normal 2019 naik hampir 25 persen,” tutur Danni.

Berdasarkan laporan keuangan per 30 September 2020, META membukukan penurunan pendapatan sebesar 20,36 persen menjadi Rp373,43 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp468,91 miliar.

Selanjutnya laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk juga terkoreksi sebesar 57,92 persen menjadi Rp56,27 miliar dari sebelumnya Rp133,75 miliar.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jalan tol Kinerja Emiten nusantara infrastructure
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top