Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Isu Merger Bikin Saham Indosat (ISAT) Bergerak Liar

Saham PT Indosat Tbk. mencetak kenaikan 130 persen dalam setahun terakhir. Emiten telko itu dikabarkan tengah enyelesaikan pembicaraan tahap lanjutan terkait merger dengan CK Hutchison Holdings Ltd.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 23 Desember 2020  |  09:49 WIB
Warga beraktivitas di gerai Indosat Ooredoo, Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Warga beraktivitas di gerai Indosat Ooredoo, Jakarta, Rabu (16/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Saham PT Indosat Tbk. bergerak liar di awal perdagangan hari ini, Rabu (23/12/2020). Saham berkode ISAT telah melesat lebih dari 100 persen dalam sebulan terakhir.

Berdasarkan data Bloomberg, saham Indosat dibuka di level 5.250 dan bergerak di rentang 4.960 s.d 5.600 hingga pukul 09.42 WIB. Saham ISAT diperdagangkan sebanyak 18,39 juta lembar dengan nilai transaksi Rpp98,88 miliar.Investor asing mencetak net sell dengan torehan Rp3,67 miliar.

Pada perdagangan kemarin, saham ISAT anjlok 4,55 persen ke level 5.250. Namun, pada Senin (21/12/2020), saham ISAT melonjak 20,61 persen ke posisi 5.500. Dalam sebulan terakhir, saha, ISAT melonjak 130 persen.

Sebagai informasi, pemilik emiten telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT), Ooredoo QPSC, disebut tengah menyelesaikan pembicaraan tahap lanjutan terkait merger dengan CK Hutchison Holdings Ltd asal Hong Kong, perusahaan induk  yang memiliki Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia).

Chief of Marketing Jarvis Asset Management, Kartika Sutandi mengatakan bahwa peleburan kedua perusahaan telekomunikasi akan memberikan dampak positif bagi industri telekomunikasi. Salah satunya adalah harga layanan yang makin ‘masuk akal’ sehingga perusahaan menjadi untung.

“Kalau sedikit pemain kan kompetisi makin longgar. Jumlah pelanggan sesuai dengan jumlah pemain. Tidak perlu rebutan pelanggan [dengan banting harga] karena less competition,” kata Kartika kepada Bisnis.com, Selasa (22/12/2020).

Kartika menambahkan bahwa kompetisi yang makin longgar tersebut akan membuat pendapatan operator lebih baik, sehingga kemampuan operator di industri untuk menggelar jaringan – baik berupa peningkatan kapasitas atau ekspansi – akan makin optimal, khususnya bagi perusahaan yang merger.

PT Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia) di lain pihak  angkat bicara mengenai kabar yang menyebut bahwa perseroan akan melebur dengan PT Indosat Tbk. (ISAT)

Wakil Presiden Direktur Tri Indonesia, Danny Buldansyah mengatakan bahwa aksi korporasi, termasuk merger dan akuisisi, menjadi kewenangan pemegang saham, bukan manajemen.

Informasi mengenai hal-hal tersebut datang dari pemegang saham. Adapun hingga saat ini pihak manajemen Tri belum mendapat informasi mengenai rencana peleburan Tri dengan Indosat.

“Pastinya [pemegang saham memberi informasi ke manajemen]. Saat ini kami belum mendapat informasi mengenai konsolidasi,” kata Danny kepada Bisnis.com, Selasa (22/12/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indosat merger Kinerja Emiten
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top