Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Luar Biasa! IHSG Terkoreksi, Saham Batu Bara Masih Membara

Mayoritas saham emiten batu bara mencetak penguatan di tengah koreksi yang melanda Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sesi pertama perdagangan hari ini, Jumat (4/12/2020).
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 04 Desember 2020  |  13:13 WIB
Kegiatan pertambangan batu bara di wilayah operasional PT Adaro Energy Tbk. - adaro.com
Kegiatan pertambangan batu bara di wilayah operasional PT Adaro Energy Tbk. - adaro.com

Bisnis.com, JAKARTA - Sebagian besar saham emiten pertambangan batu bara berhasil bertahan di zona hijau kendati Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi dan diterpa aksi jual oleh investor asing.

Hingga penutupan sesi pertama perdagangan Jumat (4/12/2020), mayoritas saham emiten pertambangan batu bara berhasil melanjutkan tren penguatan dan parkir di zona hijau.

Sementara itu, IHSG parkir di level 5.800,53 terkoreksi 0,38 persen di akhir sesi pertama. Transaksi asing di seluruh pasar pun kembali mencatatkan net sell hingga sebesar Rp60,16 miliar.

Penguatan saham emiten batu bara  dipimpin oleh saham PT Mitrabara Adiperdana Tbk. (MBAP) yang naik 4,4 persen ke level Rp2.850. Kemudian disusul PT Indika Energy Tbk. (INDY) yang menguat 1,76 persen ke posisi Rp1.735, dan saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) yang naik 1,44 persen ke posisi Rp26.475 per saham.

Tidak kalah, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG)  juga naik 1,17 persen, saham PT Delta Dunia Makmur Tbk. (DOID) menguat 0,98 persen, dan saham PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) yang berhasil bertahan di zona hijau naik 0,36 persen.

Sementara itu, saham PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) telah berbalik melemah dengan melemah masing-masing 0,88 persen dan 1,23 persen.

Pergerakan mayoritas saham tambang batu bara itu sejalan dengan penguatan harga batu bara global yang tengah menguat sejak Oktober 2020.

Pada penutupan perdagangan Kamis (3/12/2020) harga batu bara Newcastle untuk kontrak teraktif, Desember 2020, naik 3,01 persen atau 2,15 poin ke level US$73,55 per ton.

Dalam tiga bulan terakhir, harga telah naik 37,09 persen, kendati secara year to date masih terkoreksi 1,21 persen.

Di dalam negeri,Harga batu bara acuan (HBA) Desember 2020 ditetapkan sebesar US$59,65 per ton atau naik 7,07 persen dibandingkan HBA November yang sebesar US$55,71 per ton. Adapun, HBA telah merangkak naik selama tiga bulan berturut-turut.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia Dessy Lapagu mengatakan bahwa kenaikan harga saham batu bara dalam negeri sukup sensitif terhadap kenaikan harga batu bara global.

Dia pun menjelaskan bahwa kenaikan harga batu bara global masih akan berlanjut seiring dengan musim dingin pada kuartal IV yang secara seasonal akan meningkatkan permintaan. Penguatan harga juga didukung dari ekspektasi pemulihan ekonomi China.

“Dengan demikian, uptrend yang terjadi pada harga batu bara berlanjut hingga akhir tahun yang juga akan berkorelasi positif terhadap emiten batu bara di IHSG,” ujar Dessy kepada Bisnis, Kamis (3/12/2020).

Dessy memilih saham PTBA dengan target price Rp2.540 menjadi top picks di antara saham tambang batu bara lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG batu bara emiten tambang
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top