Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Eka Tjipta Widjaja. - Dok. Sinar Mas
Premium

Dicari! Investor Penyelamat Emiten Batu Bara Grup Sinarmas

04 Desember 2020 | 12:09 WIB
Eksistensi PT Golden Energy Mines Tbk. sebagai perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia akan ditentukan oleh investor ritel dan menengah.

Bisnis.com, JAKARTA— Setelah mendapat teguran keras dari Bursa Efek Indonesia, PT Golden Energy Mines Tbk. (GEMS) akhirnya mengumumkan rencana penambahan modal melalui hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue.

Saat emiten batu bara lainnya tengah memanas seiring dengan kenaikan harga komoditas emas hitam, pemegang saham Golden Energy Mines hanya bisa gigit jari.

Perdagangan saham GEMS di pasar reguler dan tunai harus dihentikan sementara oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak awal 2018.

Emiten batu bara Grup Sinarmas itu harus disuspensi karena tidak memenuhi ketentuan V.1 Peraturan Bursa Nomor I-A. Tertulis, jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham bukan pengendali dan bukan pemegang saham utama paling kurang 7,5 persen dari jumlah saham dalam modal disetor.

Saham free float GEMS sudah melampaui 50 juta lembar. Namun, proporsinya masih di bawah 7,5 persen, tepatnya hanya 3,01 persen sehingga perusahaan dipandang masih wajib melakukan penyesuaian.

Setelah perdagangan saham disuspensi, GEMS menyatakan komitmen perseroan untuk tetap menjadi perusahaan publik dengan berencana menambah 10 persen saham yang dilepas kepada investor publik melalui skema rights issue.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top