Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siap-siap Guys, IHSG Berpeluang Tembus ke 5.800

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bakal menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (27/11/2020). Salah satu sentimen positif adalah kenaikan harga komoditas.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 27 November 2020  |  08:07 WIB
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman
Karyawan beraktifitas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/9/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bakal menguat menuju level 5.800 setelah kemarin menembus level 5.759,91.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang mengatakan sejumlah sentimen positif bakal mewarnai pergerakan IHSG hari ini, Jumat (27/11/2020). Salah satunya adalah kenaikan harga komoditas seperti batu bara (+0,86 persen), emas (+0,53 persen), dan nikel (+1,24 persen). 

"Berlanjutnya Net Buy Investor Asing berpotensi menjadi sentimen positif pendorong naik IHSG serta saham dibawah komoditas tersebut diantaranya: MBAP, ADRO, PTBA, ITMG, UNTR, TINS, INCO, ANTM," tulis Edwin dalam laporan riset harian, Jumat (27/11/2020),

MNC Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak di level 5.719 hingga 5.808 pada perdagangan hari ini. Adapun IHSG ditutup menguat 1,42 persen ke posisi 5.759,91 pada sesi kemarin.

Tim Riset MNC Sekuritas menambahkan, resistance terdekat IHSG berada pada level 5.770. Selama belum mampu menembus resistance tersebut, IHSG diperkirakan sudah berada di akhir wave v dari wave (v) dari wave [iii]. 

Bila terjadi demikian, IHSG akan berpeluang terkoreksi untuk membentuk wave [iv]. Adapun level koreksi wave [iv] terdekat berada pada area 5,630 dan idealnya berada pada rentang 5,400-5,560.

Berikut uraian singkat rekomendasi saham MNC Sekuritas hari ini, Jumat (27/11/2020).

  • ASII - Buy on Weakness (5,650)

Kemarin (26/11), ASII ditutup menguat 1,8% ke level 5,650. Kami perkirakan penguatan ASII tersebut merupakan bagian dari wave [iv] dari wave C dari wave (Y). Hal tersebut berarti ASII masih rentan terkoreksi dalam jangka pendek terlebih dahulu.

Buy on Weakness: 5,300-5,550

Target Price: 6,025, 6,150

Stoploss: below 5,275

  • ICBP - Buy on Weakness (10,125)

Pada perdagangan kemarin (26/11), ICBP ditutup menguat 1,2% ke level 10,125. Kami perkirakan ICBP saat ini sudah berada di akhir wave [ii] dari wave 3 dari wave (C), sehingga koreksi ICBP cenderung terbatas dan berpeluang menguat untuk membentuk wave [iii].

Buy on Weakness: 9,950-10,100

Target Price: 10,700, 11,000

Stoploss: below 9,600

  • BBNI - Sell on Strength (6,300)

BBNI ditutup menguat 4,1% ke level 6,300 dan sempat mengenai resistance di 6,350 pada perdagangan kemarin (26/11). Kami perkirakan penguatan BBNI akan relatif terbatas karena sudah berada di wave [a] dari wave Y dari wave (Y). Hal tersebut berarti BBNI akan rentan terkoreksi membentuk wave [b] terlebih dahulu, dengan rentang koreksi di level 5,500-6,000. Level koreksi tersebut juga dapat digunakan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 6,325-6,425

  • ADHI - Sell on Strength (1,120)

ADHI pada perdagangan kemarin (26/11), ditutup menguat 4,7% ke level 1,120. Saat ini pergerakan ADHI kami perkirakan sudah berada di akhir wave 3 dari wave (C), hal tersebut berarti ADHI akan rentan terkoreksi untuk membentuk wave 4. Level koreksi ADHI kami perkirakan terdekat berada pada level 1,050 dan selanjutnya pada rentang 900-1,000. Level koreksi tersebut dapat dipergunakan sebagai level buyback.

Sell on Strength: 1,120-1,160

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top