Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bursa Asia Ditutup Menguat, Indeks Kospi Melesat Nyaris 1 Persen

Reli pasar di Bursa Asia dapat berlanjut didukung oleh semua berita vaksin positif, kejelasan politik yang lebih baik dengan transisi Gedung Putih yang berlangsung damai dan dengan lebih banyak stimulus yang akan datang.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 26 November 2020  |  14:11 WIB
Bursa Saham Korea Selatan. -  Seong Joon Cho / Bloomberg
Bursa Saham Korea Selatan. - Seong Joon Cho / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Asia ditutup dengan hasil positif ditengah rilis data perekonomian Amerika Serikat yang mengecewakan. 

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (26/11/2020) indeks Topix Jepang ditutup menguat sebesar 0,6 persen disusul oleh indeks Kospi Korea Selatan yang menghijau 0,9 persen.

Selanjutnya, indeks Hang Seng Hong Kong juga terpantau naik 0,2 persen. Sementara, indeks Shanghai Composite China terpantau stagnan.

Bursa Asia sempat dibuka melemah setelah Indeks S&P 500 ditutup terkoreksi dari level tertingginya sepanjang masa sementara dan Dow Jones Industrial Average saat ini juga berada di bawah level 30.000.

Data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan kenaikan pada grafik pengangguran mingguan AS sejak Juli, kenaikan pesanan barang tahan lama dan defisit perdagangan yang melebar. Volume perdagangan saham pun menyusut di akhir sesi karena pelaku pasar akan merayakan Thanksgiving.

Pertemuan terakhir The Federal Reserve juga tidak banyak memberikan pengumuman yang mengejutkan. Bank sentral direncanakan akan membahas tentang strategi pembelian obligasi dalam waktu dekat, meskipun pihaknya tidak melihat kebutuhan untuk penyesuaian dalam waktu dekat.

Xi Qiao, direktur pelaksana di UBS Global Wealth Management mengatakan pihaknya percaya reli pasar dapat berlanjut didukung oleh semua berita vaksin positif, kejelasan politik yang lebih baik dengan transisi Gedung Putih yang berlangsung damai dan dengan lebih banyak stimulus yang akan datang.

“Kami sudah melihat rotasi yang kuat ke dalam siklus [ekonomi] dan membuka kembali perdagangan dengan berita vaksin dan kami berharap tren ini terus berlanjut,” katanya.

Di sisi lain, bank sentral Korea Selatan mempertahankan suku bunga utamanya tidak berubah di level 0,50 persen, seperti yang sudah diharapkan para pelaku pasar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia indeks kospi
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top