Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Melonjak 26 Persen, Saham PP Properti (PPRO) Move On dari Level Gocap

Saham PT PP Properti Tbk. lepas landas dari level 50 atau saham gocap. Pada awal perdagangan hari ini, Jumat (20/11/2020), saham PP Properti melesat 26 persen.
Pekerja beraktifitas di dekat logo PT PP Properti Tbk. di Depok, Jawa Barat, Sabtu (9/5/2020). Bisnis/Dedi Gunawan
Pekerja beraktifitas di dekat logo PT PP Properti Tbk. di Depok, Jawa Barat, Sabtu (9/5/2020). Bisnis/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT PP Properti Tbk. membuat kejutan setelah harga sahamnya melonjak hampir 30 persen di awal perdagangan hari ini, Jumat (20/11/2020). Saham PP Properti yang cukup lama bertengger di level harga terendah 50, kini perlahan mulai lepas landas.

Berdasarkan data Bloomberg, saham berkode PPRO naik 14 poin atau 26,42 persen ke posisi 67 pada pukul 10.23 WIB. Saham PPRO dibuka di  level 54 atau naik 1 poin dari posisi penutupan kemarin.

Total perdagangan saham PPRO mencapai 1,91 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp120,63 miliar. Saham PPRO pertama kali anjlok ke level 50 atau level gocap pada 27 Februari 2020. 

Sejak saat itu, saham PPRO berkutar di level 50. Saham PPRO mulai 'siuman' sejak 16 November 2020 saat naik 6 persen ke level 53. Tren penguatan terus bertahan hingga sesi pertama perdagangan hari ini.

Dalam catatan Bisnis, saham PPRO pernah menarik perhatian publik karena mencetak lonjakan tajam sejak melantai di bursa pada 19 Mei 2015. Saham PPRO pernah mencapai level 1.400 di akhir 2016 atau naik hampir 10 kali lipat dari harga IPO 185.

Di sisi lain, PPRO memperpanjang jatuh tempo surat utang medium term notes (MTN) yang seharusnya kedaluwarsa pada 16 November 2020.

Direktur Keuangan PP Properti Deni Budiman menyampaikan jatuh tempo MTN X PT PP Properti Tbk. senilai Rp200 miliar diperpanjang hingga 15 November 2020. Dengan perpanjangan jatuh tempo tersebut, surat utang tersebut kini memiliki tenor 4 tahun.

Di tengah situasi pandemi, perseroan juga menyiapkan berbagai strategi untuk penyelesaian proyek yang siap diserahkan kepada konsumen.

“Kami berkomitmen dan optimis untuk melunasi setiap MTN yang jatuh tempo sampai dengan Desember 2020 untuk menjaga kepercayaan perusahaan di mata para investor,” ujarnya melalui keterangan resmi, Selasa (1/9/2020).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rivki Maulana
Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper