Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Saham Hermina (HEAL) Berpotensi Menguat, Ini Alasannya!

Secara year to date, saham HEAL hanya terkoreksi tipis 1,96 persen. Ini artinya, rebound saham HEAL terhitung lebih cepat dibandingkan sektor lainnya.
RS Hermina Kemayoran./herminahospital.com
RS Hermina Kemayoran./herminahospital.com

Bisnis.com, JAKARTA – Berbagai aksi korporasi yang dilakukan oleh emiten rumah sakit PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) dalam rangka memperkuat kas dan memantapkan rencana ekspansi membuat harga sahamnya juga ikut menguat.

Meskipun harga sahamnya terkoreksi 0,85 persen ke level Rp3.510 pada penutupan perdagangan Selasa (17/11/2020), tetapi selama sebulan belakangan emiten berkode saham HEAL tersebut sudah mencatatkan penguatan sebesar 10,73 persen.

Secara year to date, saham HEAL juga hanya terkoreksi tipis 1,96 persen. Ini artinya, rebound saham HEAL terhitung lebih cepat dibandingkan sektor lainnya.

Terakhir kali, HEAL menyatakan akan melakukan pembelian kembali saham atau buyback senilai Rp100 miliar dengan jumlah saham maksimal 30 juta saham dengan harga maksimal Rp4.000 per saham.

Pelaksanaan buyback saham dianggap tidak berdampak terhadap pendapatan HEAL. Namun, perubahan jumlah saham beredar berdampak secara tidak signifikan terhadap laba per saham.

Manajemen menganggap pembelian kembali saham dapat menstabilkan harga dalam kondisi pasar yang fluktuatif. HEAL juga memberikan fleksibilitas dalam mengelola modal jangka panjang, dimana saham tresuri dapat dijual pada masa mendatang dengan harga optimal.

Analis Phillip Sekuritas Anugerah Zamzami Nasr mengatakan bahwa prospek kinerja keuangan perseroan lumayan baik. Secara historis, ia menilai HEAL bertumbuh dengan baik dan mempunyai margin yang bagus.

“Saat ini, [HEAL] masih diperdagangkan di bawah rata-rata historical average PE (price to earning ratio) dan PBV (price to book value)-nya. Target konsensus di Rp4.280,” jelasnya kepada Bisnis, Selasa (17/11/2020). 

Bahkan dibandingkan dengan emiten rumah sakit berkapitalisasi besar seperti PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA), Zamzami melihat margin laba bersih HEAL lebih kecil ditambah dengan utang yang juga meningkat.

“Tetapi, MIKA diperdagangkan di valuasi premium di sekitar 7,8 kali PBV dibanding HEAL yang 4,4 kali PBV,” sambungnya.

Lebih lanjut, Zamzami mengatakan emiten sektor rumah sakit secara keseluruhan memiliki prospek yang baik mengingat industrinya yang dibutuhkan pada semua siklus bisnis sehingga cenderung defensif.

Katalis ke depan untuk emiten sektor rumah sakit adalah peningkatan pengeluaran untuk jasa kesehatan dari masyarakat dan peningkatan pemilik polis asuransi.

Sementara, tantangan bagi emiten rumah sakit ke depannya adalah meningkatnya biaya medis, teknologi kesehatan yang terus meningkat dan harus diperbaharui.

Sebelumnya, HEAL juga menyatakan membuka opsi aksi korporasi berupa akuisisi jaringan rumah sakit setelah rencana melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement disetujui oleh pemegang saham.

Perseroan menilai private placement merupakan langkah perseroan untuk menggalang dana guna merealisasikan aksi akuisisi rumah sakit dalam bentuk grup yang kemungkinan akan dijalankan perseroan dalam waktu dekat.

HEAL juga masih mengevaluasi rencana akuisisi rumah sakit jaringan sehingga belum ada rencana mutlak untuk mengakuisisi jaringan rumah sakit tertentu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper