Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Investor Kocok Ulang Portofolio, Bursa Asia Ditutup Variatif

Pelaku pasar menyebut saat ini pasar saham tengah bergerak dari pola bullish defensif menuju siklikal ofensif. Namun, pasar masih membutuhkan kejelasan terkait mobilitas kegiatan ekonomi ditengah kabar terjadinya lockdown.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 17 November 2020  |  14:22 WIB
Bursa Saham Korea Selatan. -  Seong Joon Cho / Bloomberg
Bursa Saham Korea Selatan. - Seong Joon Cho / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Asia ditutup dengan hasil variatif pada perdagangan Selasa (17/11/2020) seiring dengan langkah investor yang mengubah portofolio investasinya menjadi lebih responsif terhadap sentimen pemulihan ekonomi.

Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (17/11/2020), Dilansir dari Bloomberg pada Selasa (17/11/2020), indeks Topix Jepang menguat 0,16 persen, indeks Hang Seng Hong Kong terpantau menguat tipis 0,06 persen, sedangkan indeks ASX 200 Australia naik 0,21 persen.

Sementara itu, indeks Shanghai Composite China melemah 0,52 persen. Kondisi serupa terjadi pada indeks Kospi Korea Selatan yang terpantau turun 0,15 persen.

Berita vaksin menambah pendorong lain untuk saham global setelah optimisme pekan lalu mendorong rotasi ke saham sektor nilai dan siklus, dan keluar dari industri yang lebih defensif. Investor meyakini bahwa vaksin virus corona akan membuat perekonomian global dapat dibuka secara normal pada tahun depan.

Chris Iggo, Chief Investment Officer AXA Investment Managers Core Investments menyatakan, saat ini pasar tengah bergerak dari pola bullish defensif menuju siklikal ofensif. Namun, pasar masih membutuhkan kejelasan terkait mobilitas kegiatan ekonomi ditengah kabar terjadinya lockdown.

“Hal tersebut belum cukup jelas saat ini. Euforia pemilihan presiden AS dan pengumuman vaksin akan mereda dan menghasilkan adanya analisa yang lebih mendalam terkait jalan menuju pemulihan ekonomi global,” jelasnya.

Namun, kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi yang berkelanjutan tetap ada di tengah maraknya kasus virus di seluruh dunia. Pandemi terus meningkat di Eropa dan kasus virus corona Amerika Serikat telah mencapai 11 juta.

Sebelumnya, bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street mencetak rekor tertinggi setelah berita positif tentang vaksin Covid-19 membuka peluang pembukaan kembali ekonomi. Sejalan dengan sentimen vaksin Covid-19, saham-saham stay at home ramai dilego investor.

Dilansir dari Bloomberg, pada perdagangan Senin (16/11/2020), indeks S&P 500 ditutup menguat 0,94 persen ke level 3.618,94. Sementara itu indeks Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite masing-masing naik 1,6 persen dan 0,80 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia Vaksin
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top