Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Laba Mulai Pulih, Saham Indocement (INTP) Menuju Rp14.600

Rekomendasi tersebut merujuk kepada laba bersih perseroan yang mulai membaik walau penjualan semen belum pulih pada akhir kuartal III/2020.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 10 November 2020  |  14:25 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Analis mempertahankan rekomendasi beli atau trading buy untuk saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. dengan target harga Rp14.600 per saham.

Rekomendasi tersebut merujuk kepada laba bersih perseroan yang mulai membaik walau penjualan semen belum pulih pada akhir kuartal III/2020.

Analis Mirae Asset Sekuritas Mimi Halimin menuliskan dalam riset terbaru yang dipublikasikan lewat Bloomberg bahwa emiten berkode saham INTP memang diantisipasi mencatatkan laba bersih signifikan secara kuartalan pada kuartal ketiga tahun ini karena tren historis.

“Mengingat selama lima tahun terakhir INTP memiliki run-rate laba bersih yang lebar  untuk periode sembilan bulan pertama, seperti 53,9 persen pada 2018 dan 81,3 persen pada 2016,” tulis Mimi, seperti dikutip pada Selasa (10/11/2020).

Berdasarkan laporan keuangan INTP, perseroan mencatatkan laba bersih sebesar Rp646,72 milar pada kuartal III/2020. Dengan demikian, secara total laba bersih INTP sejak awal tahun menjadi Rp1,11 triliun.

Adapun, laba bersih pada kuartal III/2020 tersebut naik 20,7 persen secara tahunan dan 829,2 persen secara kuartalan.

Mimi melihat run-rate laba bersih INTP pada periode sembilan bulan pertama tahun ini secara garis besar akan sesuai (inline) dengan perkiraannya untuk 2020 sebesar 76,2 persen.

Dari sisi pendapatan, realisasi pemasukan INTP masih tertekan 10,56 persen menjadi Rp10,14 triliun dari Rp11,34 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Pelemahan pendapatan INTP ini sedikit lebih baik dibandingkan realisasi pada semester I/2020 yang turun 11,56 persen.

Mimi menilai perolehan laba bersih INTP pada saat pendapatan masih turun lebih ditopang oleh perbaikan marjin laba dan efisiensi pendanaan akibat pelemahan harga batu bara.

“Hal itu juga seiring dengan kenaikan permintaan musiman [semen] pada semester II/2020 dan PSBB yang direlaksasi pada kuartal III/2020,” tulis Mimi.

Adapun, pemulihan permintaan semen pada semester II/2020 disebut Mimi masih lebih lambat daripada yang diharapkan.

Ditambah lagi memasuki musim hujan pada kuartal IV/2020, Mimi pesimistis tren permintaan semen bakal membaik pada akhir tahun ini.

Kendati demikian, mengingat anggaran infrastruktur dari pemerintah yang lebih tinggi pada 2021 dan potensi kembalinya aktivitas ekonomi pasca pandemi, Mimi memperkirakan performa INTP bakal menjanjikan pada tahun depan.

“Kami sangat terkesan dengan posisi neraca keuangan INTP yang menandakan INTP lebih tahan pada masa volatil seperti sekarang ini,” tulis Mimi.

Mirae Asset Sekuritas memberikan rekomendasi trading buy untuk saham INTP dengan target harga Rp14.600 per saham dinaikkan dari target harga sebelumnya Rp13.600 per saham. 

Target harga tersebut mencerminkan P/E pada 2021 sebesar 28,7 kali atau mendekati -0,6 Standar Deviasi dari P/E lima tahun INTP sebesar 36,8 kali.

Di lantai busa, INTP melesat 7,59 persen menjadi Rp14.175 per saham pada Selasa (10/11/2020) pukul 14.18 WIB.

Sejak enam bulan terakhir, INTP telah naik 29,84 persen dengan kapitalisasi pasar Rp52.37 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indocement rekomendasi saham harga saham
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top