Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bukan ANTM dan INCO, Investor Justru Borong Saham HRUM

Emiten tambang terutama yang memiliki portofolio bisnis pertambangan nikel menarik minat investor di tengah prospek cerah komoditas nikel seiring dengan gencarnya penetrasi mobil listrik secara global, termasuk untuk investasi di emiten terkait seperti PT Harum Energy Tbk. (HRUM).
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 25 Oktober 2020  |  20:06 WIB
Nikel / Istimewa
Nikel / Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Sentimen prospek cerah komoditas nikel seiring dengan gencarnya penetrasi mobil listrik secara global berhasil menyulut kenaikan harga saham emiten pertambangan mineral pada pekan lalu.

Investor tampak terus berpihak terhadap emiten tambang terutama yang memiliki portofolio bisnis pertambangan nikel.

Namun, bukan PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) maupun PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang memimpin penguatan saham emiten nikel, justru saham PT Harum Energy Tbk. (HRUM) yang berhasil melampaui kinerja dua saham itu.

Untuk diketahui, sepanjang perdagangan pekan lalu HRUM berhasil menguat hingga 27,38 persen dan parkir di level Rp2.140 per saham.  HRUM pun telah mengalami penguatan selama 6 hari berturut-turut.

Kinerja saham HRUM berhasil mengungguli kinerja saham ANTM yang hanya mampu menguat 15,43 persen dan saham INCO yang hanya naik 6,31 persen sepanjang pekan lalu.

Analis Mirae Asset Sekuritas Andy Wibowo Gunawan mengatakan bahwa Harum Energy yang saat ini masih fokus terhadap bisnis batu bara telah memperoleh sentimen positif dari kenaikan harga nikel global terhadap kinerja sahamnya.

Hal itu mengingat HRUM memiliki 3,7 persen kepemilikan saham di Nickel Mine Ltd dan pemegang saham mayoritas HRUM, yaitu Karunia Bara Sejahtera, juga tercatat memiliki kepemilikan minor di perusahaan nikel asal Australia itu.

Efek sentimen itu pun tercermin di saat mayoritas saham emiten pertambangan batu bara terkoreksi dan menetap di zona merah sepanjang pekan lalu, HRUM tetap melenggang di zona hijau.

“Oleh karena itu, kami berpendapat bahwa HRUM akan menjadi saham alternatif terkait nikel di luar cakupan kami saat ini,” ujar Andy seperti dikutip dari publikasi risetnya, Minggu (25/10/2020).

Apalagi, Andy mengatakan secara valuasi saham ANTM dan INCO telah memiliki banyak permintaan dari investor, sedangkan HRUM memiliki forward price to earning ratio yang lebih rendah daripada kedua saham itu.

Untuk diketahui, HRUM terus meningkatkan porsi kepemilikan saham atas Nickel Mines Ltd. Sepanjang tahun berjalan ini saja, perseroan telah menambah kepemilikannya atas Nickel Mines Ltd sebanyak dua kali.

Adapun, Nickel Mines Ltd merupakan perusahaan terdaftar di Bursa Efek Australia yang bergerak di bidang pertambangan dan pengolahan nikel.

Nickel Mines memegang kepemilikan 60 persen di proyek Hengjaya Nickel dan Ranger Nickel, keduanya mengoperasikan pabrik Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) yang memproduksi nickel pig iron (NPI) di Indonesia Morowali Industrial Park

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik Nikel hrum
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top