Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Manajer Investasi Siap Rebalancing Portofolio Produk Reksa Dana

Minat investor untuk reksa dana indeks lebih disebabkan oleh motif trading short term yang sebenarnya bukan tren baru di kalangan pelaku pasar. 
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 22 Oktober 2020  |  20:30 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA – Manajer investasi (MI) bersiap mengocok ulang portofolio produk reksa dana indeks dan ETF (exchange traded fund) seiring dengan perubahan anggota konstituen indeks acuan.

Direktur Riset dan Kepala Investasi Alternatif PT Bahana TCW Investment Management Soni Wibowo mengatakan pihaknya akan segera melakukan pembaharuan apabila terdapat perubahan pada anggota indeks.

“Tentunya bagi fund manager yang menggunakan indeks sebagai acuan dan dalam indeks tersebut ada perubahan konstituen, maka portfolio akan disesuaikan,” ungkapnya kepada Bisnis, Kamis (22/10/2020).

Menurutnya, minat investor untuk reksa dana indeks yang notabenenya tinggi risiko lebih disebabkan oleh motif trading short term yang sebenarnya bukan tren baru di kalangan pelaku pasar. 

Mengutip dari data Infovesta Utama hingga Rabu (21/10/2020), Bahana TCW Investment Management memang memiliki produk reksa dana ETF yakni Bahana ETF Bisnis-27 dengan dana kelolaan sekitar Rp426,22 juta.

Sepanjang sebulan terakhir, return reksa dana tersebut cukup positif dengan kenaikan sebesar 1,51 persen, kendati kinerjanya masih terkoreksi 16,18 persen secara tahunan.

Kinerja indeks reksa dana ETF tersebut terbilang jauh lebih baik dibandingkan reksa dana UOBAM Indeks Bisnis-27 yang menguat 1,11 persen secara bulanan dan terkoreksi 20,08 persen secara tahunan.

Soni menilai kinerja reksa dana ETF Bisnis-27 yang mengikuti indeks acuannya memang terbilang jauh lebih baik dibandingkan performa reksa dana ETF secara keseluruhan.

Menurutnya, beta atau risiko pasar yang mencerminkan fluktuasi pergerakan dari reksadana ETF Bisnis-27 adalah salah satu alasan dari penurunan yield atau imbal hasil yang lebih terbatas.

“Beta lebih rendah sehingga penurunan portfolio lebih rendah juga,” sambungnya.

Adapun, ia sendiri mengakui minat investor untuk berinvestasi pada produk reksa dana ETF masih rendah karena kondisi Covid-19.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top