Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sinyal Paket Stimulus AS Semakin Kuat, Harga Emas Siap Bersinar

Kubu Partai Demokrat dan Partai Republik di Amerika Serikat dikabarkan sudah makin mendekati kesepakatan untuk meluncurkan paket stimulus setelah mengalami perundingan yang cukup alot.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 21 Oktober 2020  |  18:46 WIB
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram.  - Bloomberg
Emas batangan 24 karat ukuran 1oz atau 1 ons, setara 28,34 gram. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas berhasil mendapatkan katalis positif untuk menguat kembali dan menetap di zona hijau seiring dengan sinyal kuat peluncuran paket stimulus AS yang telah dinanti pasar.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Rabu (21/10/2020) hingga pukul 16.30 WIB harga emas di pasar spot bergerak menguat 0,57 persen ke posisi US$1.l917,84 per troy ounce.

Sementara itu, harga emas berjangka untuk kontrak Desember 2020 di bursa Comex bergerak naik 0,23 persen ke level US$1.919,8 per troy ounce. Pada pertengahan perdagangan, emas sempat menyentuh level US$1.926 per troy ounce.

Tim Analis Monex Investindo Futures mengatakan bahwa penguatan emas berhasil dipicu oleh sentimen kembali munculnya harapan pasar terhadap kepastian kesepakatan stimulus AS sebelum pemilihan presiden AS pada November 2020.

Hal itu telah mendorong dolar AS turun ke level terendahnya dalam satu pekan terakhir, dan membuat investor kembali berpihak terhadap emas sebagai aset aman.

Dalam perdagangan yang sama, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback di hadapan sekeranjang mata uang utama terdepresiasi 0,26 persen ke level 92,822. Indeks dolar AS sempat anjlok hingga ke level 92,688.

Untuk diketahui, Juru bicara partai Demokrat dan Republik AS, dikabarkan sudah makin mendekati kesepakatan untuk meluncurkan paket stimulus setelah mengalami perundingan yang cukup alot.

Bahkan, Ketua Parlemen AS Nancy Pelosi mengatakan RUU untuk paket stimulus tersebut sudah dalam proses finalisasi. Selain itu, Presiden AS Donald Trump nampak mendukung jumlah stimulus yang besar untuk memberikan keringanan ekonomi bagi masyarakat di tengah pandemi covid-19 yang makin memburuk di AS.

“Harga emas spot berpeluang untuk menjaga tren kenaikannya, membidik resisten di US$1.925 di tengah outlook melemahnya dolar AS karena optimisme akan tercapainya kesepakatan stimulus di AS. Rentang pergerakan di kisaran US$1.907-US$1.925 per troy ounce,” tulis Tim Analis Monex Investindo Futures, Rabu (21/10/2020).

Sementara itu, Analis Commerzbank Danie Briesemann mengatakan bahwa pasar tidak diragukan lagi akan mengikuti pembicaraan stimulus AS itu dengan begitu cermat. Kepastian paket stimulus jumbo dari AS itu akan menjadi arah penentu gerak emas dalam jangka pendek.

“Emas bisa mendapat untung jika terjadi kesepakatan, karena dolar AS mungkin akan memiliki permintaan yang lebih sedikit dan mungkin akan terdepresiasi tajam,” ujar Briesemann seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (21/10/2020).

Padahal, sebelumnya pasar sudah mulai jenuh menanti kepastian stimulus tersebut sehingga banyak analis memprediksi emas akan sulit untuk bergerak menguat dalam jangka pendek.

Analis TD Securities Bart Melek mengatakan bahwa logam mulia saat ini tengah mengikuti jejak momentum crash preseden lainnya dan menunjukkan pasar akan berada di posisi jual secara terus menerus dan konsolidasi harga akan terus terjadi hingga emas memiliki katalis signifikan berikutnya.

“Emas mungkin akan rentan terhadap aksi likuidasi dalam beberapa perdagangan ke depan sehingga akan mendorong emas ke area US$1.893 per troy ounce,” papar Melek.

Kemudian, Deutsche Bank dalam publikasi risetnya juga menyatakan penguatan harga emas lebih lanjut belum dapat dipastikan. Pasalnya, tingkat kepercayaan diri investor mengalami sedikit penurunan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini harga emas comex
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top