Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

J.P Morgan Bedah Kinerja Indocement (INTP), Bagaimana Rekomendasi Sahamnya?

JP Morgan menilai kondisi neraca keuangan INTP terbilang kuat. Posisi perseroan sebagai produsen semen terbesar kedua di Indonesia juga menjadi nilai tambah.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  02:45 WIB
Proses pemuatan kontainer berisi semen merk tiga roda. - indocement
Proses pemuatan kontainer berisi semen merk tiga roda. - indocement

Bisnis.com, JAKARTA - PT J.P. Morgan Sekuritas Indonesia memberikan peringkat overweight untuk saham PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. Indocement dinilai bakal diuntungkan oleh potensi pemulihan penjualan semen di Pulau Jawa pada 2021.

Kepala Riset dan Strategi J.P. Morgan Sekuritas Indonesia Henry Wibowo menyampaikan penjualan semen berpeluang rebound pada tahun depan setelah sempat tertekan sejak pandemi virus corona merebak pada kuartal II/2020.

“Beberapa proyek besar [yang akan dikerjakan] termasuk pembangunan kereta cepat Jakarta - Bandung, jalan tol Serang-Panimbang, Jakarta International Stadium, dan Tol Bocimi tahap 2,” tulis Henry dalam riset terbarunya, Senin (19/10/2020).

Dalam pertemuan dengan manajemen PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., Henry menyampaikan bahwa penjualan semen sak emiten berkode saham INTP tersebut saat ini sudah lebih tahan banting.

Pada periode Januari - Agustus 2020, penurunan volume penjualan semen sak (bag cement) lebih terbatas sebesar 5,1 persen year on year (yoy) dibandingkan penjualan semen eceran (bulk cement) yang turun hingga 19 persen.

Adapun, penjualan semen diharapkan naik menjelang Oktober - November 2020 sebelum turun lagi pada akhir tahun. Kenaikan itu ditopang oleh pengerjaan sejumlah proyek infrastruktur yang sudah dilanjutkan lagi pasca pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Untuk mengantisipasi musim hujan dan liburan pada Desember yang membuat permintaan semen menurun, manajemen emiten berkode saham INTP tersebut pun akan menggenjot produksi pada Oktober 2020.

Selain prospek kenaikan penjualan, Henry menilai kondisi neraca keuangan INTP yang kuat dengan posisi perseroan sebagai produsen semen terbesar kedua di Indonesia juga menjadi nilai tambah. Adapun, INTP saat ini sudah menguasai pangsa pasar sebesar 26 persen secara nasional.

Lebih lanjut, Henry mencatat rata-rata harga jual (average selling price/ASP) produk semen INTP juga sangat bersaing dengan kenaikan 2 persen sejak awal tahun (ytd). Hal itu didorong oleh pemain kecil di industri semen yang tampaknya mulai kesulitan dan memberikan harga diskon.

J.P. Morgan Sekuritas Indonesia pun memberikan peringkat overweight untuk INTP dengan target harga Desember 2021 senilai Rp14.500 per saham. Dengan kata lain, saham INTP berpotensi menguat melebihi sekumpulan saham yang menjadi patokan.

Pada akhir perdagangan Senin (19/10/2020), saham INTP parkir di zona hijau dengan penguatan 0,85 persen menjadi Rp11.900 per saham. Sejak sebulan terakhir, INTP menguat 9,68 persen walau secara year-to-date masih turun 37,45 persen dengan kapitalisasi pasar Rp43,81 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi bendungan
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top