Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Anak Usaha Modernland (MDLN) Ajukan Permohonan Moratorium di Singapura

JGC Ventures telah mengajukan permohonan moratorium ke Pengadilan Tinggi Singapura pada 29 September 2020 seiring dengan upaya restrukturisasi surat utang senilai US$150 juta yang jatuh tempo pada 2021.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 08 Oktober 2020  |  15:07 WIB
Logo Modernland -  Istimewa
Logo Modernland - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - JGC Ventures selaku anak usaha PT Modernland Realty Tbk. mengajukan permohonan moratorium di bawah UU Kepailitan, Restrukturisasi, dan Pembubaran ke Pengadilan Tinggi Singapura.

Dilansir dari Bloomberg, Kamis (8/10/2020), emiten bersandi saham MDLN tersebut menyampaikan bahwa JGC Ventures telah mengajukan permohonan moratorium ke Pengadilan Tinggi Singapura pada 29 September 2020.

“Sebagai bagian dari upaya menyelesaikan urusan dengan para pemegang surat utang senior bergaransi (guaranteed senior notes) senilai US$150 juta yang jatuh tempo pada 2021,” tulis MDLN dalam keterbukaan informasi di Bursa Singapura.

Adapun, periode moratorium otomatis dimulai ketika permohonan diajukan dan berakhir setelah 30 hari permohonan diajukan atau ketika Pengadilan memutuskan lain.

Modernland dan unit MDLN Holdings disebut juga mengajukan permohonan di bawah UU yang sama untuk mendukung proposal restrukturisasi JGC Ventures.

Bloomberg menuliskan bahwa sidang persiapan (pre-trial conference) akan dilakukan pada 8 Oktober 2020 pukul 10.00 di Singapura.

Sebelumnya, Bursa Efek Indonesia melakukan suspensi atas saham MDLN di seluruh pasar sejak sesi II perdagangan efek tanggal 30 September 2020 hingga pengumuman lebih lanjut.

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 2 BEI Vera Florida dan Kepala Divisi Pengaturan dan Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy menyampaikan bahwa suspensi itu dilakukan karena entitas anak MDLN yaitu JGC Ventures Pte. Ltd. tidak membayar kupon atas Guaranteed Senior Notes due 2021 yang telah jatuh tempo.

Adapun, dalam surat utang tersebut MDLN bertindak sebagai parent guarantor

“Hal tersebut mengindikasikan adanya keraguan atas kelangsungan usaha perseroan,” tulis BEI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

modernland
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top