Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jual Obat Covid-19, Berapa Cuan yang Didapat Kalbe Farma (KLBF)?

Harga jual remdevisir yang dipasarkan Kalbe Farma sekitar Rp3 juta. Harga bisa ditekan bila perseroan mengimpor lebih banyak obat tersebut dari India.Terkait kontribusi terhadap pendapatan, Kalbe Farma mengaku harus menuntaskan kalkulasi.
Ria Theresia Situmorang
Ria Theresia Situmorang - Bisnis.com 01 Oktober 2020  |  14:14 WIB
Remdesivir
Remdesivir

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten farmasi PT Kalbe Farma Tbk. menyatakan kontribusi pendapatan dari distribusi obat antivirus Covifor atau Remdesivir kerjasama dengan PT Amarox Pharma Global di Indonesia masih dalam perhitungan.

Presiden Direktur Kalbe Farma Vidjongtius mengatakan bahwa pengadaan volume dosis obat Covifor sangat bergantung pada kebutuhan pasien di dalam negeri.

“Jadi memang perlu, kita kalkulasi lagi berapa besar yang kita butuhkan untuk memenuhi kebutuhan pasien yang ada di seluruh Indonesia,” ujarnya dalam konferensi pers peluncuran Covifor di Jakarta, Kamis (1/10/2020).

Dia menyebut, perseroan sudah menyiapkan dana untuk importasi puluhan ribu dosis pada bulan pertama pendistribusian obat remdesivir. Jika permintaan meningkat, maka importasi akan disusul pada bulan-bulan berikutnya.

“Mudah-mudahan angka yang lebih detail kami bisa share, kalau dikonsolidasi bersama angka-angka yang telah kami finalkan,” sambung Vidjongtius.

Sementara, harga jual remdevisir yang dipasarkan Kalbe Farma sekitar Rp3 juta. Harga bisa ditekan bila perseroan mengimpor lebih banyak obat tersebut dari India.

Dilansir dari The Hindu , banderol Covifor, merk dagang obat remdesivir buatan Hetero di India mencapai 5.400 rupe atau sekitar Rp1,09 juta bila dikonversi ke rupiah.

Sementara itu, produsen remdevisir lainnya, Gilead Science Inc. pada Juni lalu mengumumkan harga obat antivirus remdesivir ini dipasarkan dengan harga US$2.340 atau Rp33 juta per pasien untuk pengobatan selama 5 hari.

Di lain pihak, Country Manager PT Amarox Pharma Global Sandeep Sur mengatakan bahwa pihaknya mampu memenuhi kebutuhan kapasitas di dalam negeri saat ini. Dia menyebut, pihaknya memiliki  kapasitas minimum 200.000 sampai 300.000 dosis untuk Indonesia. 

“Karena angka ini tidak terbatas, jadi kami bisa menyediakan lebih banyak lagi,” ungkap Sandeep.

Sebagai informasi, produk Covifor (Remdesivir) Injection diproduksi di pabrik induk usaha Amarox yakni Hetero di Hyderabad, India. Obat antivirus ini memenuhi standar yang telah disetujui oleh otoritas regulasi global yang ketat seperti USFDA dan EU.

Produk yang umumnya digunakan oleh pasien penyakit Ebola tersebut kini terkonfirmasi menjadi salah satu obat antiretroviral untuk pengobatan pasien penyakit Covid-19 berusia remaja dan dewasa yang  dirawat di rumah sakit dengan kondisi yang parah.

Dengan memanfaatkan kemampuan KLBF dalam hal infrastruktur pemasaran serta distribusi secara nasional, kolaborasi ini diharapkan mempercepat akses dan ketersediaan obat yang lebih luas untuk pasien Covid-19 di seluruh Indonesia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten kalbe farma
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top