Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hari Jadi Tambang: Pijakan Antam Bangun Sektor Tambang Lebih Baik

ANTAM berkomitmen untuk terus menjalankan praktik pertambangan yang baik.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 29 September 2020  |  14:57 WIB
Foto: Dok.  PT Aneka Tambang Tbk
Foto: Dok. PT Aneka Tambang Tbk

Bisnis.com, JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berkomitmen untuk terus menjalankan praktik pertambangan yang baik dan konsisten memberikan perhatian yang lebih dalam pengelolaan lingkungan serta pengembangan masyarakat, sebagai bentuk tanggung jawab operasional yang dilakukan.

Hal tersebut juga sejalan dengan harapan Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, pada Peringatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-75 (28/9), yang mengharapkan mengajak seluruh pihak membangun sektor ESDM menjadi lebih baik, progresif dan lebih cepat lagi di Tanah Air.

Sekretaris Perusahaan Antam Kunto Hendrapawoko mengatakan, pengelolaan lingkungan dan pengembangan masyarakat sekitar merupakan bagian penting kesuksesan kegiatan operasional Antam yang telah berpengalaman lebih dari 50 tahun menggarap sumber daya mineral seperti nikel, emas dan bauksit.

“Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan, Antam menyadari bahwa kegiatan operasi perusahaan berdampak langsung terhadap lingkungan dan juga bersentuhan langsung dengan masyarakat sekitar,” kata Kunto, Selasa (29/9/20).

Menurut Kunto, perusahaannya menyadari bahwa aspek lingkungan hidup, khususnya pengembangan masyarakat, merupakan hal penting yang harus diperhatikan.

“Antam selalu berupaya menjadi good corporate citizen melalui praktik pertambangan yang baik, pelaksanaan program CSR serta pengelolaan lingkungan hidup yang bertanggungjawab,” tambahnya.

Kunto memaparkan, Antam melaksanakan berbagai program CSR mulai dari bidang pendidikan, sosial hingga ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Pada masa pandemi saat ini, Antam juga memberikan berbagai bantuan CSR sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. “Di masa pandemi ini, selain menjalankan program CSR rutin, Antam juga berfokus membantu percepatan penanganan Covid-19 terutama di sekitar wilayah operasi,” kata Kunto.

Menurutnya, melalui sinergi dengan pemerintah daerah dan stakeholder, hingga Agustus lalu Antam telah menyalurkan bantuan untuk pencegahan dan penanganan Covid-19 sebesar Rp21,61 miliar.

Sejak pandemi Covid-19 meluas, Antam bersama stakeholders lain turut melakukan sosialisasi kepada masyarakat, pemberian bantuan portable handwash, APD, untuk tenaga medis dan bantuan bahan makanan pokok, penyediaan Rumah Sakit Ready Covid-19 di Jakarta, serta pemberian PCR & reagent di wilayah Kabupaten Bogor dan Kabupaten Raja Ampat.

Selain melaksanakan program CSR, Antam juga berkomitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Kunto menyebut Antam memiliki berbagai program dan inovasi di bidang lingkungan.

“Sebagai upaya pelestarian lingkungan terutama hewan khas Indonesia, Antam bekerjasama dengan stakeholder terkait melakukan program konservasi beberapa hewan khas Indonesia, seperti Paruh Bengkok dan Jalak Putih, penangkaran Ikan Napoleon hingga penetasan telur Komodo” ungkap Kunto.

Dia menambahkan, Antam juga berupaya meningkatkan nilai tambah kepada lingkungan dengan memanfaatkan kembali slag dan tailing menjadi material pendukung konstruksi yang ramah lingkungan.

Menurutnya Antam telah melakukan inovasi pengolahan limbah tailing dari Pabrik Emas di Pongkor, Jawa Barat yang diberi nama green fine aggregate (GFA).

GFA merupakan material pendukung konstruksi ramah lingkungan. Adapun pada 2019 Antam telah memanfaatkan kembali 63% limbah tailing di UBP Emas, Pongkor.

Sedangkan pada pabrik feronikel Sulawesi Tenggara, Antam mengolah slag menjadi material pendukung konstruksi beton yang ramah lingkungan yang diberi nama Pomalaa Beton (Poton).

Meskipun hingga saat ini Poton masih digunakan untuk keperluan internal, Kunto menyebut inovasi olahan limbah tersebut sudah mendapat izin dari Kementerian Linkungan Hidup dan Kehutanan.

“Untuk Poton sementara ini masih digunakan untuk keperluan internal seperti fasilitas olahraga karyawan, taman, pedestrian, dan proyek pemeliharaan perusahaan lainnya,” papar Kunto.

Sementara itu untuk GFA, selain memperoleh izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, juga sudah memiliki sertifikasi SNI dari Badan Standardisasi Nasional (BSN).

Bagi Antam, mengelola sumber daya mineral merupakan amanat negara yang harus dikelola secara bertanggung jawab. Dan perusahaannya komitmen untuk berfokus kepada kinerja berkelanjutan.

“Keberadaan Antam di pelosok Indonesia bukan semata-mata untuk mencari keuntungan. Melalui good mining practices yang dijalankan, kami berkomitmen untuk membantu pergerakan roda ekonomi di sekitar wilayah operasi dengan program lingkungan hidup dan program tanggung jawab sosial perusahaan sehingga Indonesia akan semakin maju dan sejahtera,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

antam
Editor : Kahfi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top