Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Diperkirakan Menguat Terbatas, Simak Rekomendasi Saham MNC Sekuritas Berikut

Secara teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG saat ini sedang berada di wave [v] dari wave A, terlebih apabila IHSG bergerak terkoreksi agresif ke bawah 4.753 yang mana IHSG akan bergerak ke arah 4.500—4.650.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 24 September 2020  |  07:29 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham gabungan (IHSG) diperkirakan dapat menguat terbatas untuk menguji level resistance terdekatnya hari ini, Kamis (24/9/2020)

Pada perdagangan kemarin (23/9) IHSG kembali ditutup di zona merah di level 4.917,95. Padahal, indeks sempat sempat mengalami penguatan di awal pembukaan pasar.

Secara teknikal, MNC Sekuritas memperkirakan pergerakan IHSG saat ini sedang berada di wave [v] dari wave A, terlebih apabila IHSG bergerak terkoreksi agresif ke bawah 4.753 yang mana IHSG akan bergerak ke arah 4.500—4.650.

“Namun, dalam jangka pendeknya, kami memperkirakan IHSG bergerak menguat terbatas ke area 4,950-4,990 sekaligus menguji resistance terdekatnya,” demikian tulis MNC Sekuritas dalam publikasi risetnya, Kamis (24/8/2020)

Adapun, untuk rentang pergerakan IHSG pada hari ini akan berada di level support 4.850—4.753 dan level resistance: 4.980—5.187.

 

Berikut sejumlah saham pilihan MNC Sekuritas untuk hari ini:

 

BMRI - Buy on Weakness (5.200)

Kemarin (23/9), BMRI bergerak terkoreksi 1,9% dan ditutup di level 5.200. Posisi BMRI saat ini sedang berada di akhir wave [v] dari wave A, sehingga pergerakan BMRI akan terkoreksi namun relatif terbatas. Setelahnya, maka BTPS berpeluang kembali menguat untuk membentuk awal dari wave B.

Buy on Weakness: 5.000-5.175

Target Price: 5.500, 5.825

Stoploss: below 4.690

 

ADRO - Buy on Weakness (1.160)

ADRO ditutup di level 1.160 pada perdagangan kemarin (23/9). Selama tidak terkoreksi menembus 1.125 atau bahkan 1.080, maka posisi ADRO saat ini sedang berada di awal wave [iii] dari wave C dari wave (Y). Hal tersebut berarti ADRO berpotensi menguat terlebih bila ADRO mampu menembus 1.220.

Buy on Weakness: 1.130-1.160

Target Price: 1.280, 1.400

Stoploss: below 1.125

 

UNTR - Buy on Weakness (23.150)

UNTR diperdagangkan menguat 1,4% dan ditutup di level 23.150. Selama belum menguat di atas 24.200, maka posisi UNTR masih berada di wave [ii] dari wave 5. Hal tersebut berarti UNTR masih rentan terkoreksi, manfaatkan hal ini untuk melakukan buy on weakness. Setelah terkonfirmasi membentuk wave [ii], maka UNTR berpotensi menguat kembali.

Buy on Weakness: 22.000-22.850

Target Price: 25.000, 26.500

Stoploss: below 20.625

 

ERAA - Sell on Strength (1.540)

ERAA terkoreksi 1,9% dan ditutup ke level 1.540 pada perdagangan kemarin (23/9). Kami memperkirakan saat ini ERAA sedang berada pada bagian dari wave C dari wave (B), terlebih apabila ERAA terkoreksi agresif ke bawah 1.440. Adapun level koreksi ERAA kami perkirakan berada pada level 1.420 dan 1.300.

Sell on Strength: 1.550-1.600

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top