Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Heboh FINCen Files, Saham Bank Buku IV Rontok

PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN) terkoreksi paling dalam 4,94 persen ke level Rp1.250, disusul rn PT Bank Danamon Tbk. (BDMN) dengan koreksi 3,36 persen ke level Rp2.300 per saham.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 21 September 2020  |  15:38 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Harga saham emiten perbankan bank umum kegiatan usaha (BUKU) IV berguguran di tengah kabar kebocoron dokumen FinCEN files.

Seluruh saham perbankan BUKU IV parkir di zona merah pada akhir sesi Senin (21/9/2020). PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN) terkoreksi paling dalam 4,94 persen ke level Rp1.250.

Di bawah PNBN, PT Bank Danamon Tbk. (BDMN) mengekor dengan koreksi 3,36 persen ke level Rp2.300. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menempati posisi ketiga dengan koreksi 3,16 persen ke level Rp4.590.

Sementara itu, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) terkoreksi 1,79 persen ke level Rp5.475. Tekanan juga dialami oleh PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) yang turun 1,31 persen.

Dua perbankan berkapitalisasi pasar terbesar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) terkoreksi 0,93 persen ke level Rp3.190 dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) turun 0,44 persen ke level Rp28.025.

Tekanan saham perbankan BUKU IV turut menghempaskan indeks harga saham gabungan (IHSG) sesi perdananya pekan keempat September 2020. Indeks terkoreksi 1,18 persen ke level 4.999,360. Total nilai transaksi di seluruh papan perdagangan senilai Rp6,79 triliun dengan net sell Rp311,12 miliar.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta Utama menilai tekanan dari kabar mengenai The Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) Files hanya bersifat sementara. Namun, pihaknya tidak menampik isu itu menjadi sentimen negatif terhadap IHSG.

“[Tekanan IHSG] karena minimnya data makro ekonomi yang memberikan pengaruh yang positif terhadap pasar baik itu domestik maupun eksternal,” paparnya saat dihubungi, Senin (21/9/2020)

Sementara itu, Analis Artha Sekuritas Dennies Christoper Jordan mengatakan pergerakan IHSG tertekan kabar dari global yang cukup mencemaskan. Hal itu terkait bocornya dokumen FinCEN yang merupakan salah satu biro Departemen Keuangan Amerika Serikat.

“IHSG turun dalam setelah publish berita ini,” ujarnya.

Diberitakan Bisnis sebelumnya, Dokumen laporan FinCEN mengungkapkan transaksi janghal beberapa bank global besar yang diduga meloloskan praktek pencucian uang. Dokumen itu didapatkan Konsorsium Jurnalis Investigasi Internasional (The International Consortium of Investigative Journalists/ICIJ) bersama dengan BuzzFeed News dan 108 mitra media lainnya di 88 negara.

Buzzfeed News menjadi media pertama yang memperoleh dokumen yang disebut dengan FinCEN Files ini, yang kemudian membagikannya ke jaringan ICIJ. Selama lebih dari 16 bulan, ICIJ menganalisis data tersebut. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG emiten perbankan fincen files
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top