Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BBCA Coba Rebound, Investor Asing Sudah Lepas Rp2,59 Triliun

Sepanjang pekan ini, harga saham Bank BCA telah amblas 4,96 persen dari Rp30.250 ke level Rp28.750 per saham.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 17 September 2020  |  09:28 WIB
Pekerja membersihkan dinding kantor Bank Central Asia (BCA) di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone
Pekerja membersihkan dinding kantor Bank Central Asia (BCA) di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6/2020). Bisnis - Paulus Tandi Bone

Bisnis.com, JAKARTA — Aksi jual kembali menekan laju saham PT Bank Central Asia Tbk. yang telah amblas 4,96 persen sejak awal pekan ketiga September 2020.

Berdasarkan data Bloomberg, Bank Central Asia (BCA) dibuka stagnan pada pembukaan perdagangan Kamis (17/9/2020). Akan tetapi, emiten perbankan Grup Djarum itu merangkak naik dengan menguat 1,39 persen ke level Rp29.150 hingga pukul 09:21 WIB.

Investor asing terpantau masih menekan emiten berkode saham BBCA itu dengan aksi jual Rp5,19 miliar pada awal perdagangan Kamis (17/9/2020). Total net sell investor asing mencapai Rp2,59 triliun untuk saham perseroan di seluruh papan perdagangan.

Data Bloomberg menunjukkan pergerakan harga saham BBCA dalam tekanan pada rentang 14 September 2020—16 September 2020. Harga saham amblas 4,96 persen dari Rp30.250 ke level Rp28.750 sepanjang periode tersebut.

Konsensus Bloomberg menunjukkan 21 dari 36 analis yang mengulas saham BBCA masih merekomendasikan beli saham perseroan. Sisanya, 12 merekomendasikan hold dan 3 merekomendasikan jual. 

Adapun, target harga saham BBCA dalam 12 bulan berada di level Rp33.050. Artinya, masih ada potensi kenaikan harga saham 13,5 persen dari level Rp29.125.

Dalam riset yang dipublikasikan Selasa (15/9/2020), J.P. Morgan juga masih menjadikan BBCA sebagai top pick di sektor perbankan. Perseroan disebut menjadi satu-satunya bank Indonesia dengan peringkat overweight karena kualitas kelas aset dan profil likuiditas terbaik.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bca net sell asing
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top