Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PSBB Jakarta Lebih 'Longgar', IHSG Siap Kembali ke 5.200

Hari ini, IHSG ditutup di level 5.161,82 setelah naik 145 poin atau 2,89 persen. Indeks pun diperkirakan melanjutkan tren penguatan ke 5.200.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 14 September 2020  |  19:59 WIB
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung memotret papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (14/9/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Keputusan pemerintah daerah DKI Jakarta untuk menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang lebih 'longgar' atau bukan PSBB total dianggap manjur untuk membuat riak di pasar saham mereda.

Pada perdagangan Senin, (14/9/2020) yang bertepatan dengan penerapan PSBB ketat hari pertama, indeks harga saham gabungan (IHSG) terpantau melenggang dengan mulus di zona hijau.

IHSG mengawali lajunya pada level 5.073,27 atau naik 1,13 persen dibandingkan penutupan pada Jumat (11/9/2020) dan terus menguat sampai akhirnya parkir di level 5.161,82 setelah naik 145 poin atau 2,89 persen.

Ini merupakan hari perdagangan kedua berturut-turut IHSG bergerak menguat. Sebelumnya, pada perdagangan Jumat lalu IHSG ditutup di level 5.016,17 setelah naik 2,56 persen.

Penguatan IHSG tersebut berbanding terbalik dengan pergerakan indeks pada perdagangan Kamis, (10/9/2020), yang mana indeks anjlok ke bawah level 5.000 dan berakhir dengan koreksi 5,01 persen di level 4.891,46.

Adapun, pergerakan IHSG pada Kamis dinilai sebagai respons pasar atas pengumuman Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Ravu (9/9/2020) malam yang berencana kembali menerapkan PSBB total.

Kepala Riset Samuel Sekuritas Suria Dharma mengatakan penguatan indeks hari ini salah satunya ditopang oleh penerapan PSBB yang ternyata tidak seperti yang diduga oleh para pelaku pasar pekan kemarin.

“Yang ditakutkan market itu kan PSBB akan seperti Maret, mal dan semuanya tutup, jadi reaksinya itu negatif banget waktu Kamis, setelah malamnya ada pengumuman itu,” tutur Suria, Senin (14/9/2020)

Kendati demikian, Suria menilai reaksi pasar pada hari ini telah terlihat sejak perdagangan Jumat lalu, yang mana IHSG rebound setelah beredar kabar bahwa teknis pelaksanaan PSBB total akan direvisi.

Adapun, investor lokal disebut memiliki andil besar dalam menopang pergerakan IHSG. Pasalnya, selama dua hari berturut-turut IHSG menguat, investor asing tercatat masih deras keluar dari pasar domestik.

“Jumat itu asing keluar sampai Rp2 triliun tapi masih hijau, jadi memang domestik ini sekarang dominan,” kata Suria.

Menurutnya, dalam jangka pendek sentimen PSBB tak lagi membayangi pergerakan IHSG dan indeks diproyeksi masih akan terus melanjutkan penguatannya, apalagi banyak sentimen positif yang mengiringi.

Suria menyebut salah satu yang tengah dinanti pasar adalah data neraca perdagagan Agustus 2020 yang diperkirakan akan positif. Ini akan menambah bahan bakar indeks untuk kembali menembus level 5.200.

Di lain pihak, sentimen global juga turut mendukung. Terlihat dari pergerakan bursa Asia lainnya yang juga positif dan sentimen di bursa Amerika Serikat yang tengah menghijau.

Kepala Divisi Research BNI Sekuritas Kim Kwie Sjamsudin menilai IHSG terus bertenaga di hari pertama PSBB ketat karena apa yang dikhawatirkan para pelaku pasar sebelumnya tak terjadi.

Pasalnya, penerapan PSBB ketat dan bukannya PSBB total memungkinkan pusat perbelanjaan dan mall untuk tetap beroperaso, begitu pula dengan kantor-kantor di luar sektor esensial masih diperkenankan masuk terbatas.

Adapun, Kim sebelumnya mengatakan pergerakan IHSG masih akan sangat dinamis, bergantung pada berapa lama PSBB akan diterapkan dan perkembangan kasus baru Covid-19 di Indonesia.

“Ini keadaannya masih fluid banget. Mesti menunggu perkembangannya gimana,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top