Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Viral Surati Jokowi, Kekayaan Budi Hartono Lenyap Rp51,5 Triliun

Mengutip data Bloomberg Billionaires Index total kekayaan Budi Hartono mencapai US$13,7 miliar pada Senin (14/9/2020) pagi.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 14 September 2020  |  09:40 WIB
Budi Hartono - Istimewa
Budi Hartono - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Nama Robert Budi Hartono kembali menjadi perbincangan setelah orang terkaya di Indonesia melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo perihal penolakan penerapan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB) jilid II di DKI Jakarta.

Surat yang pertama kali diposting oleh Peter F. Gontha, Mantan Duta Besar Polandia, pada Sabtu (13/9/2020) itu kemudian viral. Dalam suratnya, Hartono menyampaikan pelaksanaan PSBB total di DKI Jakarta tidak efektif dalam menekan laju penularan virus Covid-19.

Sebagai pengusaha, kekayaan Budi Hartono juga terdampak pandemi Covid-19. Mengutip data Bloomberg Billionaires Index total kekayaan Budi Hartono mencapai US$13,7 miliar pada Senin (14/9/2020) pagi.

Jumlah itu menempatkan Bos Grup Djarum di posisi ke-128 dari daftar orang terkaya di seluruh dunia. Dengan perhitungan kurs Jisdor pada Jumat (11/9/2020) sebesar Rp14.979 per dolar AS, maka kekayaan Budi berkisar Rp205,21 triliun.

Namun demikian, sepanjang 2020, harta Budi Hartono itu sudah berkurang 20,1 persen atau sekitar US$3,44 miliar. Dengan perhitungan kurs Jisdor terkini, total kekayaannya lenyap Rp51,53 triliun.

Budi Hartono dan saudaranya Michael adalah pemilik bersama Djarum Group, produsen hampir seperlima rokok yang diproduksi di Indonesia. Kakak beradik ini juga merupakan pemegang saham mayoritas di PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), yang menjadi perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia.

Menurut keterangan Bloomberg, Bloomberg Billionaires Index adalah peringkat harian orang terkaya di dunia. Dalam menghitung kekayaan bersih, Bloomberg News berusaha memberikan perhitungan paling transparan yang tersedia, dan setiap profil miliarder berisi analisis terperinci tentang bagaimana kekayaan orang tersebut dihitung.

Indeks adalah ukuran dinamis dari kekayaan pribadi berdasarkan perubahan pasar, ekonomi dan pelaporan Bloomberg. Setiap angka kekayaan bersih diperbarui setiap hari kerja setelah penutupan perdagangan di New York.

"Saham di perusahaan publik dinilai menggunakan harga penutupan saham terbaru. Nilai dikonversi ke dolar AS dengan nilai tukar saat ini," papar Bloomberg.

Selain Bloomberg Billionaires Index, terdapat sejumlah media yang juga mengukur kekayaan para taipan. Pada 8 April 2020, Majalah Forbes kembali merilis daftar orang terkaya dunia 2020, dimana 15 pengusaha asal Indonesia di antaranya masuk ke dalam lis tersebut.

Total kekayaan 15 taipan Indonesia itu mencapai US$53,7 miliar atau setara dengan Rp859,2 triliun, dengan perhitungan kurs Rp16.000 per dolar AS.

Dua Hartono kembali memposisikan sebagai orang terkaya pertama dan kedua di Indonesia selama 12 tahun berturut-turut.

Budi Hartono, menempati urutan teratas daftar orang terkaya dari Indonesia 2020 dengan nilai kekayaan US$13,6 miliar yang diikuti oleh adiknya, Michael Hartono dengan nilai kekayaan US$13 miliar.

Di pasar modal, Grup Djarum dikenal dengan dua emiten afiliasinya PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT Sarana Menara Nusantara Tbk. (TOWR).

Adapun, pada 27 Februari 2020, Hurun.net merilis daftar orang terkaya di dunia. Dari ribuan nama yang dirilis, ada sebanyak 16 taipan Indonesia yang masuk dalam daftar orang terkaya di dunia.

Berdasarkan data tersebut, Budi Hartono menempati posisi ke 60 dunia dengan kekayaan US$18 miliar. Sementara itu, saudaranya Michael Hartono berada di peringkat 68 dengan jumlah kekayaan US$17 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

djarum budi hartono TAIPAN Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top