Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tertekan Aksi Jual, Wall Street Kembali Tumbang

Indeks S&P 500 turun 1,76 persen, disusul indeks Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite masing-masing 1,45 persen dan 1,99 persen
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 11 September 2020  |  05:16 WIB
Aktivitas perdagangan saham di New York Stock Exchange. Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi setelah reli saham-saham teknologi, Selasa (1/9/2020). - Bloomberg
Aktivitas perdagangan saham di New York Stock Exchange. Wall Street kembali mencetak rekor tertinggi setelah reli saham-saham teknologi, Selasa (1/9/2020). - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi jual besar-besaran terjadi di bursa saham Amerika Serikat dan membuat Wall Street melanjutkan koreksi empat dari lima sesi sepanjang pekan ini.

Dilansir dari Bloomberg, indeks S&P 500 turun 1,76 persen, disusul indeks Dow Jones Industrial Average dan Nasdaq Composite masing-masing 1,45 persen dan 1,99 persen. Imbal hasil tiga indeks utama itu itu dalam sebulan sudah minus.

Saham-saham energi berjatuhan seiring dengan penurunan harga minyak ke level US$37 per dolar AS.Saham Chevron, misalnya turun 2,35 persen, kemudian Exxon Mobil juga turun 2,5 persen, dan ConocoPhilips anjlok 4,47 persen. 

Volatilitas terus menyergap pasar saham AS setelah reli 5 bulan terakhir menambah aliran modal US$7 triliun. Ada banyak faktor untuk berhati-hati meskipun tidak ada alasan tunggal untuk mengatur ritme.

Tanda-tanda peningkatan pandemi terus memperburuk perekonomian global. Di AS, data menunjukkan, sudah ada retakan dalam kekuatan pasar tenaga kerja pasar tenaga kerja.Sementara itu Kongres AS masih belum ada tanda-tanda sepakat terhadap rancangan undang-undang stimulus baru.

Kepala investasi BNY Mellon Lockwood Advisors Matt Forester mengatakan koreksi penuh belum akan terlihat saat ini. 

“Sulit untuk menunjukkan katalis tertentu, tetapi volatilitas mata uang naik hari ini di tengah kekhawatiran tentang Brexit yang keras dan kami telah melihat beberapa berita yang lebih buruk tentang virus di Eropa,” jelasnya seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (11/9/2020).

Di Eropa, pound turun di tengah ketegangan Brexit. Euro melonjak 0,7 persen saat Bank Sentral Eropa menekankan apresiasi mata uang tidak perlu dikhawatirkan.

Setelah beberapa hari bergejolak, saham teknologi masih berada di depan dan di tengah dengan tren kenaikan yang rapuh. 

Kemarin, indeks S&P 500 naik tertinggi sejak Juni dan Nasdaq mencetak rebound setelah turun 11 persen yang membuat indeks turun ke bawah level pergerakan rata-rata 50 sesi.

"Masih terlalu dini untuk bilang bahwa reli telah berakhir. Tapi minggu ini jadi pengingat, badai tidak pernah jauh," tulis Kepala Ekuitas Global Federated Hermes, Geir Lode kepada nasabahnya.

Berikut pergerakan pasar keuangan lainnya :

Saham

  • Indeks S&P 500 turun 1,8 persen
  • Nasdaq 100 turun 2,1 persen.
  • Indeks Stoxx Europe 600 turun 0,6 persen.
  • MSCI Asia Pacific Index naik 0,7 persen.
  • Indeks Pasar Berkembang MSCI meningkat 0,4 persen.

Mata Uang

  • Indeks Spot Dolar Bloomberg naik 0,3 persen.
  • Euro naik 0,2 persen menjadi $ 1,183.
  • Pound Inggris turun 1,6 persen menjadi $ 1,2789.
  • Yen Jepang naik 0,1 persen menjadi 106,11 per dolar.

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi AS 10-tahun turun dua basis poin menjadi 0,68 persen.
  • Imbal hasil obligasi Jerman 10-tahun  melonjak satu basis poin menjadi -0,43 persen.
  • Imbal hasil obligasi Inggris 10-tahun naik satu basis poin menjadi 0,247 persen.
  • Imbal hasil obligasi Jepang 10-tahun  turun kurang dari satu basis poin menjadi 0,028 persen.

Komoditas

  • Minyak mentah West Texas Intermediate turun 2,5 persen menjadi $ 37,08 per barel.
  • Minyak mentah Brent turun 2,3 persen menjadi $ 39,84 per barel.
  • Emas berjangka 0,2 persen menjadi $ 1,952.10 per ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

wall street covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top