Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Reli Bursa Asia Masih Berlanjut, Bursa Jepang dan Korea Naik Tajam

Indeks Topix Jepang parkir di posisi 1.624,86 atau menguat 1,21 persen diikuti oleh indeks Kospi Korea Selatan di level 2.396,48 atau menguat 0,87 persen
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 10 September 2020  |  14:12 WIB
Bursa Asia -  Bloomberg.
Bursa Asia - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA – Laju penguatan bursa Asia melambat seiring dengan kekhawatiran investor terkait kekuatan sentimen pemulihan saham teknologi melawan valuasi saham.

Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (10/9/2020), mayoritas indeks di wilayah Asia mencatatkan hasil yang positif. Indeks Topix Jepang parkir di posisi 1.624,86 atau menguat 1,21 persen diikuti oleh indeks Kospi Korea Selatan di level 2.396,48 atau menguat 0,87 persen

Sementara itu, indeks S&P/ASX 200 Australia juga ditutup dengan hasil positif setelah naik 0,51 persen di level 5.908,50. Adapun indeks Hang Seng Hong Kong terpantau turun tipis 0,01 persen ke 24.466,29 sementara Shanghai Composite terkoreksi 0,65 persen di level 3.233,59.

Adapun, bursa Amerika Serikat berhasil mengalami rebound setelah terkoreksi 3 hari beruntun seiring dengan pulihnya saham-saham teknologi.

Pada penutupan perdagangan Rabu (9/9/2020) waktu setempat, Dow Jones naik 1,6 persen ke level 27.940,47, Indeks S&P meningkat 2,01 persen menuju 3.398,96, dan Nasdaq melonjak 2,71 persen ke 11.141,57.

Pada perdagangan hari ini, investor akan mewaspadai adanya lanjutan aksi jual seiring dengan volatilitas yang masih tinggi. Selain itu, pelaku pasar juga akan memantau keputusan dari bank sentral Eropa, European Central Bank (ECB), dan juga data klaim tunjangan pengangguran di AS.

David Kelly, Chief Global Strategist JPMorgan Asset Management mengatakan, saat ini pasar tengah memasuki fase pemulihan meski lajunya mulai terlihat melambat. Ia juga mengimbau kepada investor untuk tetap mewaspadai pergerakan-pergerakan saham.

“Meskipun saat ini ada data-data ekonomi yang memberi sentimen positif dan juga kondisi pasar yang tengah kondusif, investor tetap perlu waspada,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top