Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Warren Buffett Beli Saham Produsen Emas, Jilat Ludah Sendiri?

Perusahaan milik Buffett mengambil posisi di Barrick dengan membeli 20,9 juta saham atau 1,2 persen dari total saham yang beredar dengan nilai pasar saat ini sebesar US$565 juta
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 16 Agustus 2020  |  10:22 WIB
Warren Buffet - memolition.com
Warren Buffet - memolition.com

Bisnis.com, JAKARTA - Berkshire Hathaway Inc. milik Warren Buffett menambah portofolionya dengan membeli saham Barrick Gold Corp., produsen logam kedua terbesar di dunia.

Mengutip Bloomberg, Berkshire mengambil posisi di Barrick dengan membeli 20,9 juta saham atau 1,2 persen dari total saham yang beredar dengan nilai pasar saat ini sebesar US$565 juta, berdasarkan laporan pada Jumat (14/8/2020).

Padahal di masa lalu, Buffett sebagai investor kawakan dan pimpinan Berkshire, mengingatkan agar tidak berinvestasi di logam mulia. Pasalnya, sektor itu dinilai tidak produktif seperti pertanian dan korporasi.

Namun demikian, saat ini produsen emas mendapatkan keuntungan dari lonjakan harga emas global. Hal ini membuat marjin produsen emas semakin tebal karena biaya produksi cenderung tetap stabil, dan membuat emas menjadi investasi yang menarik.

Paulson & Co., dijalankan oleh manajer investasi miliarder John Paulson, juga menambah kepemilikannya di Barrick. Saham Barrick naik 7,4 persen dalam perdagangan setelah jam kerja di New York.

Berkshire Hathway berada di posisi 14 dalam daftar Fortune Global 500 di tahun 2020, turun 2 peringkat dari tahun sebelumnya, dengan total pendapatan US$254,62 miliar.

Buffett mungkin tidak menyukai emas di masa lalu, tetapi dia telah bertaruh besar pada logam mulia sebelumnya. Pada tahun 1997, ia membeli 129,7 juta ons perak, mengandalkan permintaan yang melebihi produksi dan penggunaan kembali.

Dia membeli sebagian besar dengan harga kurang dari $ 6 per ons dan menjualnya segera setelah itu, katanya sembilan tahun kemudian.

“Saya adalah raja perak di sana untuk sementara waktu,” katanya saat itu.

Harga emas mendapat dorongan karena pemotongan suku bunga Federal Reserve dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah yang nyata mengangkat permintaan logam, yang tidak menawarkan bunga.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot turun 0,4 persen menjadi US$1.945,12 per troy ounce di New York. Dalam sepekan terakhir, spot emas melemah 4,4 persen, penurunan pertama sejak Juni dan terbesar sejak Maret.

Sementara itu, emas berjangka untuk pengiriman Desember 2020 melemah 1 persen ke level US$1.949,80 per troy ounce di bursa Comex.

Meski melemah pekan ini, harga emas masih menguat 28 persen sepanjang 2020.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas warren buffett berkshire hathaway inc.

Sumber : bloomberg

Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top