Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Genjot Penjualan, ​Ini Strategi Erajaya Swasembada (ERAA) 

Sepanjang semester pertama 2020, penjualan Erajaya turun 6 persen. Memasuki semester kedua, penjualan diakui mulai pulih.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 14 Agustus 2020  |  12:27 WIB
Gerai Erafone. - erajaya.com
Gerai Erafone. - erajaya.com

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten ritel PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) telah menyiapkan sejumlah upaya guna meningkatkan kinerja di paruh kedua tahun 2020.

Vice President Director Erajaya Swasembada Hasan Aula mengatakan, penjualan perusahaan pada semester I/2020 mengalami penurunan. Kontraksi penjualan ini terutama terjadi pada kuartal II/2020.

“Memang penjualan di semester I/2020 mengalami penurunan sekitar 6 persen dibandingkan dengan tahun lalu,” katanya pada Jumat (14/8/2020).

Meski demikian, pihaknya telah melihat adanya pemulihan angka penjualan yang terjadi sejak pertengahan Juni 2020. Pihaknya pun akan terus berupaya meningkatkan penjualan melalui beragam program dan penawaran kepada konsumen.

Salah satu upaya yang dilakukan perusahaan adalah membangun konsep O2O atau omni channel. Konsep ini, lanjut Hasan, memberikan kesempatan kepada konsumen untuk mengambil atau dikirim barang dari toko.

Selain itu, ERAA juga menawarkan program diskon yang menarik melalui Eraversary. Program yang akan berlangsung pada 15 Agustus hingga 31 Oktober 2020 itu akan memberikan potongan harga yang menarik untuk sejumlah smartphone seperti iPhone, Samsung, dan lainnya.

Hasan melanjutkan, melalui program Eraversary, ERAA berupaya mendukung para konsumen untuk mendapatkan gawai berkualitas tinggi dengan harga yang menarik. Hal ini dinilai dapat berdampak positif bagi kinerja penjualan ERAA.

"Kami yakin melalui upaya-upaya tersebut, perusahaan dapat mencapai performa penjualan yang terbaik," ungkapnya.

Sementara itu, untuk rencana ekspansi seperti pembukaan toko-toko baru, Hasan mengatakan upaya ini tidak akan sebesar tahun lalu. Toko-toko baru yang akan dibuka hanya yang telah direncanakan secara matang dan memiliki komitmen dengan induk atau pemilik pusat perbelanjaan.

“Kita selalu melihat peluang dan optimistis dengan situasi yang ada. Tetapi, kita juga perlu memperhatikan opex, dan kondisi pandemi ini yang belum jelas akhirnya,” pungkasnya.

Hingga penutupan sesi pertama perdagangan Jumat (14/8/2020), saham ERAA turun 15 poin atau 0,98 persen ke level 1.665. Saham ERAA dibuka di level 1.690 dan bergerak di rentang 1.655 s.d 1.690 sepanjang perdagangan sesi pertama.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

erajaya swasembada
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top