Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wicaksana Overseas (WICO) Bidik Pencatatan Laba pada 2021

Kontribusi penjualan terbesar WICO berasal dari produk rokok dengan menyumbang Rp776,73 miliar pada semester I/2020
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 13 Agustus 2020  |  20:05 WIB
Pengunjung mengamati papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (15/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Pengunjung mengamati papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (15/4/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — PT Wicaksana Overseas International Tbk. menargetkan dapat kembali mencetak laba bersih pada 2021.

Wicaksana Overseas International membukukan pertumbuhan penjualan bersih 90,8 persen secara year on year (yoy) menjadi Rp1,86 triliun pada 2019.

Pencapaian itu sejalan dengan peningkatan penjualan atas produk-produk yang didistribusikan oleh perusahaan terutama untuk klien baru serta kontribusi dari kategori produk makanan dan minuman.

Sayangnya, emiten berkode saham WICO itu masih membukukan rugi tahun berjalan Rp27,56 miliar pada 2019. Posisi itu bertambah dari Rp21,17 miliar periode 2018.

Direktur PT Wicaksana Overseas International Tbk. Eka Hadi Djaja menjelaskan bahwa perseroan sebenarnya sudah memasang target kinerja pada 2020. Namun, terjadi banyak perubahan karena Covid-19.

“Sebenarnya, target tahun ini yang kami pasang tahun lalu, sebenarnya adalah pendapatan mendekati Rp4 triliun. Tetapi, karena ada Covid-19, target masih ada perubahan,” jelasnya dalam paparan publik secara daring, Kamis (13/8/2020).

Eka mengatakan perseroan belum akan mencetak untung pada 2020. Akan tetapi, pihaknya optimistis bakal membukan laba bersih tahun depan.

Sementara itu, dia menyebut perseroan menyalurkan barang-barang bersifat esensial. Dengan demikian, tren penjualan bersih justru mengalami kenaikan pada Januari 2020—Juni 2020.

Berdasarkan laporan keuangan semester I/2020, WICO membukukan penjualan bersih Rp1,58 triliun per 30 Juni 2020. Realisasi itu naik signifikan dari Rp627,34 miliar periode semester I/2019.

Dengan pencapaian itu, WICO mampu membukukan laba bersih Rp3,62 miliar pada semester I/2020. Pencapaian berbanding terbalik dari rugi Rp14,30 miliar per 30 Juni 2019.

Eka mengungkapkan saat ini kontribusi penjualan terbesar berasal dari produk rokok dengan menyumbang Rp776,73 miliar pada semester I/2020. Tempat kedua diduduki oleh produk makanan dan minuman senilai Rp618,50 miliar.

Dia menyebut pencapaian pertumbuhan pada paruh pertama tahun ini sejalan dengan infrastruktur dan sumber daya manusia yang dimiliki perseroan. WICO terus membangun platform agar dapat meraih penjualan yang lebih besar.

Sementara itu, WICO telah mendapatkan sejumlah klien baru pada 2020 antara lain PT Brands Suntory Indonesia, PT Interglobe Perkasa, Atnahs Pharma UK Ltd, Mylan N.V., dan Hovid Berhad.

“Saya kira ada 10 klien yang akan kita tambahkan tahun ini,” imbuh Eka.

WICO fokus mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure untuk perbaikan infrastruktur. Realisasi yang dikucurkan senilai Rp10 miliar hingga semester I/2020.

Dikutip dari laporan tahunan 2019, WICO memiliki 46 lokasi jaringan distribusi untuk mendistribusikan produk yang tersebar di kota-kota besar Indonesia. Dengan jaringan itu, perseroan mengklaim meraih kepercayaan untuk mendistribusikan produk dari para klien.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten Wicaksana Overseas International
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top