WICO Jual Aset Rp223,61 Miliar

Emiten distributor dan perdagangan barang-barang konsumsi PT Wicaksana Overseas International Tbk. akan melepas sejumlah aset tanah dan bangunan yang tidak produktif kepada sejumlah pihak yang terafilisiasi dengan perseroan, guna mendukung permodalan dan mengurangi beban usaha.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 13 September 2017  |  20:45 WIB
WICO Jual Aset Rp223,61 Miliar
Karyawan memotret pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/9). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten distributor dan perdagangan barang-barang konsumsi PT Wicaksana Overseas International Tbk. akan melepas sejumlah aset tanah dan bangunan yang tidak produktif kepada sejumlah pihak yang terafilisiasi dengan perseroan, guna mendukung permodalan dan mengurangi beban usaha.

Berdasarkan prospektus perseroan yang diterbitkan Rabu (13/9/2017), emiten dengan kode saham WICO ini melepas 11 aset propertinya, terdiri atas tiga gudang, 7 rumah toko atau ruko, dan satu bidang lahan.

Sebanyak 10 aset dijual kepada PT Wira Logitama Saksama dengan harga yang jauh di atas nilai buku tiap aset per 30 Juni 2017. Sementara itu, satu aset, yakni gudang di Medan dijual kepada PT Jakarana Tama.

Total nilai penjualan aset-aset tersebut yakni Rp223,61 miliar atau 175,97% dari ekuitas perseroan per 30 Juni 2017 yang senilai Rp127 miliar. Adapun, nilai buku aset-aset tersebut per 30 Juni 2017 hanyalah sekitar Rp27,7 miliar.

“Dana kas yang diperoleh dari hasil penjualan aset tersebut akan digunakan oleh perseroan untuk melakukan pembayara kepada pihak bank untuk menurunkan biaya bunga dan untuk meningkatkan modal kerja perseroan untuk mendukung kegiatan usaha perseroan,” ungkap manajamen perseroan dalam prospektus.

Meski menjual aset-aset tersebut, perseroan masih akan menggunakan tiga di antaranya sebelum mendapatkan pengganti. Sebagai imbalan, perseroan membayarkan biaya sewa kepada kedua perusahaan tadi.

Perseoan menyewa dua aset gudang yang telah dijual kepada PT Wira Logitama Saksama untuk jangka waktu tiga tahun, masing-masing per tahun Rp1,92 miliar dan Rp1,9 miliar. Sementara itu, perseroan juga menyewa satu aset yang telah dijual pada PT Jakarana Tama senilai Rp4,28 miliar per tahun selama tiga tahun.

Rencana transaksi sewa ini seluruhnya bernilai Rp24,3 miliar atau sebesar 19,12% dari ekuitas perseroan per 30 Juni 2017.

Transaksi ini dilakukan dilakukan dalam rangka memperoleh dana kas secara cepat sebagai modal kerja perseroan. Perseroan belum memungkinkan untuk melakukan alokasi dana pembangunan atas tanah kosong yang dimiliki perseroan.

“Selain itu, bangunan ruko yang dimiliki perseroan dikaji sebagai aset non produktif yang dapat segera dijual dengan harga pasar wajar , dna pihak yang terafiliasi telah memberikan penawaran yang terbaik , baik dari segi harga maupun waktu,” ungkap manajemen.

Adapun, perseroan dengan kedua perusahaan yang membeli aset perseroan terafiliasi sebab dimiliki oleh pihak yang sama, yakni Djajadi Djaja, presiden komisaris perseroan yang memegang 78,1% saham perseroan. Djajadi memiliki 99,85% saham PT Wira Logitama Saksama, dan 29,24% saham PT Jakarana Tama.

Perseroan telah mengumumkan rencana rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) dalam rangka pengambilan keputusan untuk persetujuan rencana tersebut. RUPSLB rencananya akan digelar pada Jumat, 20 Oktober 2017.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Wicaksana Overseas International

Editor : Maftuh Ihsan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top