Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sinar Mas Agro (SMAR) Genjot Kapasitas Pabrik Biodiesel di Kalsel

Pabrik biodiesel di Kalimantan Selatan milik Sinar Mas Agro Resources Technology akan memiliki kapasitas 450.000 ton per tahun. Peningkatan kapasitas pabrik dilakukan untuk menjawab prospek permintaan biodiesel yang diyakini semakin moncer.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 05 Agustus 2020  |  20:33 WIB
Emiten perkebunan, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk., absen membagikan dividen final untuk tahun buku 2019 kepada pemegang saham, sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu (15/7 - 2020). Istimewa
Emiten perkebunan, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk., absen membagikan dividen final untuk tahun buku 2019 kepada pemegang saham, sesuai keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Rabu (15/7 - 2020). Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten perkebunan, PT Sinar Mas Agro Resources Technology Tbk., terus menggenjot proses penyelesaian penambahan kapasitas pabrik biodiesel di Tarjun, Kalimantan Selatan.

Pinta S. Chandra, Investor Relations Sinar Mas Agribusiness and Food, mengatakan bahwa proyek penambahan kapasitas pabrik biodiesel di Tarjun oleh perseroan masih dalam proses dan ditargetkan rampung pada 2021.

Emiten berkode saham SMAR itu pun telah menyerap belanja modal sekitar Rp419 miliar sepanjang semester I/2020 yang realisasinya terutama digunakan pendanaan proyek penambahan kapasitas pabrik biodiesel itu.

“Untuk [penambahan] kapasitas terpasang 1.500 ton per hari, dengan asumsi 300 hari kerja dalam setahun, maka kapasitas per tahun nantinya adalah 450.000 ton,” ujar Pinta kepada Bisnis, Rabu (5/8/2020).

Adapun, realisasi belanja modal itu juga digunakan perseroan untuk kegiatan peremajaan tanaman tua dan peningkatan kapabilitas dari fasilitas rafinasi dalam menghasilkan produk berkualitas tinggi.

Untuk diketahui,perseroan sejauh ini baru memiliki dua kilang biodiesel dengan total kapasitas mencapai 300.000 ton yang berlokasi di Marunda, Jakarta dan Tarjun, Kalimantan Selatan. Peningkatan kapasitas pabrik yang saat ini dilakukan oleh perseroan itu untuk menjawab prospek permintaan biodiesel yang diyakini semakin moncer.

Pinta pun menjelaskan permintaan pada semester kedua tahun ini diharapkan tetap baik didukung oleh realisasi program B30 dalam negeri dan ketatnya tingkat persedian produk sawit. Dengan demikian, perseroan dapat menjaga momentum pertumbuhan kinerjanya dari paruh pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, perseroan berhasil mengantongi pendapatan sebesar Rp19,07 triliun sepanjang semester I/2020. Realisasi itu naik 7,11 persen dibandingkan dengan semester I/2019 sebesar Rp17,8 triliun.

Kinerja itu didukung oleh peningkatan harga jual rata-rata yang sebagian diimbangi dengan penurunan kuantitas penjualan.Kendati demikian, laba bersih perseroan turun 96,25 persen menjadi sebesar Rp10,77 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp287,17 miliar.

Penyusutan laba itu terutama karena dibukukannya rugi selisih kurs pada enam bulan pertama tahun ini, dibandingkan dengan laba selisih kurs yang dicatat pada periode yang sama tahun lalu. Adapun, rugi selisih kurs itu sebagian besar belum terealisasi yang berasal dari pinjaman perseroan berdenominasi dolar AS.

Di sisi lain, perseroan mengaku akan terus berupaya meningkatkan penjualan baik melalui pasar ekspor maupun domestik dengan berfokus pada produk-produk dengan nilai tambah.

“Perseroan juga akan melanjutkan strategi jangka panjangnya dalam program peremajaan kebun serta peningkatan produktivitas dan efisiensi melalui mekanisasi dan otomatisasi,” papar Pinta.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten sinar mas agro resources an technology Biodiesel
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top