Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pendapatan Indosat (ISAT) Capai Rp13,4 Triliun, Ditopang Bisnis Seluler

Dalam periode enam bulan yang berakhir per 29 Juni 2020, emiten telekomunikasi bersandi ISAT ini mencatat kenaikan pendapatan 9,4 persen secara year on year (yoy) dari Rp12,29 triliun menjadi Rp13,45 triliun.
Komisaris Independen Indosat Elisa Lomboturuan (kiri) dan Direktur Utama Indosat Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama, dalam RUPS pada Senin (20/7/2020). Istimewa
Komisaris Independen Indosat Elisa Lomboturuan (kiri) dan Direktur Utama Indosat Ahmad Abdulaziz A A Al-Neama, dalam RUPS pada Senin (20/7/2020). Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA — PT Indosat Tbk. mencatatkan kenaikan pendapatan sepanjang semester I/2020 seiring dengan peningkatan kinerja operasional.

Dalam periode enam bulan yang berakhir per 29 Juni 2020, emiten telekomunikasi bersandi ISAT ini mencatat kenaikan pendapatan 9,4 persen secara year on year (yoy) dari Rp12,29 triliun menjadi Rp13,45 triliun.

Pendapatan Indosat tersebut berasal dari bisnis seluler, MIDI, dan Telekomunikasi Tetap masing-masing berkontribusi 83 persen, 15 persen, dan 2 persen terhadap pendapatan operasional konsolidasi untuk periode yang berakhir 30 Juni 2020.

Secara rincian, pendapatan seluler meningkat sebesar 11,8 persen dibandingkan dengan semester I/2019, disebabkan oleh peningkatan pendapatan data, mengimbangi penurunan suara dan SMS.

Adapun pendapatan MIDI meningkat sebesar 2,4 persen dibandingkan dengan semester I/2019, terutama disebabkan oleh peningkatan pendapatan dalam layanan secara keseluruhan, yaitu Konektivitas Tetap, Internet Tetap, dan layanan TI.

Kemudian, pendapatan Telekomunikasi Tetap menurun sebesar 19,8% dibandingkan dengan 1H 2019 karena penurunan lalu lintas yang masuk.

Dari pos kewajiban, total utang kotor ISAT per 30 Juni 2020, sebesar Rp19,16 triliun. Adapun posisi kas Perusahaan pada 30 Juni 2020 mencapai Rp4,53 triliun utang bersih sebesar Rp14,62 triliun.

“Kemudian EBITDA naik 22,5 persen YoY dan margin EBITDA tercatat sebesar 40,4 persen, meningkat sebesar 4,3 persen dari tahun lalu,” tulis manajemen perseroan dalam laporan resminya, seperti dikutip Bisnis, Rabu (29/7/2020).

Untuk pos kinerja secara akumulasi, per akhir semester I/2020 perseroan masih membukukan kerugian Rp341 miliar, berbeda tipis dengan kerugian per akhir semester I/2019 yang sebesar Rp331 miliar.

Adapun serapan belanja modal atau capital expenditure (capex) perseroan di paruh pertama tahun ini baru sebesar Rp3,3 triliun, turun 22,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu mencapai Rp4,2 triliun.

Dari sisi operasional, jumlah pelanggan seluler ISAT juga meningkat 0,9 persen yoy mencapai 57,2 juta pada akhir Juni 2020. Pendapatan pata-rata per Pengguna (ARPU) meningkat menjadi Rp31,4 ribu, dari sebelumnya Rp27,9 ribu pada 1H 2019.

Rata-rata minutes of usage (MOU) per pelanggan menurun menjadi 29,5 menit, turun 16,8 persen yoy sejalan dengan tren negatif industri layanan suara tradisional. Sebaliknya, lalu lintas data tumbuh signifikan hingga 61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Untuk jaringan, perusahaan tercatat mengoperasikan 124.944 BTS per 30 Juni 2020, menambah 38.579 BTS dibandingkan tahun lalu. Hingga saat ini, perusahaan telah mengoperasikan 52.776 BTS 4G.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper