Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Transkon Jaya Akan Lepas 375 Juta Saham Dalam IPO

Dengan harga IPO berkisar Rp200--Rp300 per lembar., Transkon diprediksi memperoleh maksimal Rp112,5 miliar.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  18:16 WIB
PT Transkon Jaya
PT Transkon Jaya

Bisnis.com, BALIKPAPAN – PT Transkon Jaya, perusahaan penyewaan kendaraan akan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada September nanti. Dengan begini, Transkon akan menjadi perusahaan publik pertama di Kalimantan Timur.

Perseroan akan melepaskan 375 juta saham atau sekitar 24,83 persen. Harga yang ditawarkan antara Rp200--Rp300 per lembar. Dari penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) tersebut, Transkon diprediksi memperoleh maksimal Rp112,5 miliar.

Dalam acara public expose, Direktur Utama Transkon, Lexi Roland Rompas mengatakan bahwa dana yang diperoleh dari IPO akan digunakan untuk pengembangan usaha sebesar 70 persen dengan melakukan pembelian kendaraan baru. Sisanya untuk modal kerja.

“Diharapkan dengan menjadi perusahaan terbuka, perseroan dapat memperluas jaringan pelanggan sehingga tidak hanya fokus di wilayah Kalimantan tetapi juga merambah wilayah lain di luar pulau Kalimantan yang dinilai berpotensi untuk meningkatkan pangsa pasar,” jelasnya dalam pertemuan virtual, Jumat (24/7/2020).

Transkon Jaya merupakan perusahaan penyewaan kendaraan ringan di area tambang atau light vehicle (LV) dengan kegiatan usaha pelanggan yang didominasi oleh perusahaan pertambangan batu bara.

Selain itu perseroan juga mempunyai bisnis penyedia layanan jaringan internet yang meliputi penyediaan layanan internet dengan menyasar wilayah terpencil di wilayah Kalimantan. Pasarnya adalah sektor korporasi seperti perusahaan perkebunan maupun retail yaitu perumahan.

Sekretaris Perusahaan Transkon, Alexander Syauta menjelaskan bahwa kinerja perusahaan baik sewa kendaraan ataupun penyediaan internet selalu naik dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2017, pendapatan dari sewa kendaraan sebesar Rp227,6 miliar dan internet Rp5,9 miliar. Setahun kemudian keduanya meningkat menjadi Rp317,9 miliar untuk rental dan Rp8,1 miliar jasa penyedia. Tahun lalu pun demikian yaitu Rp389,8 miliar penyewaan dan Rp11,7 miliar layanan jaringan.

“Prospek bisnis kegiatan usaha kami ke depan ada tiga, yaitu perpindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur, perencanaan energi nasional, dan program penggunaan biodiesel,” jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Aksi Korporasi initial public offering
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top