Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Emas Tembus Rekor, Saham 5 Emiten Ikut Berkilau

Saham lima emiten yang terkait dengan bisnis naik 2,23 persesn s.d 9,15 persen. Penguatan saham dipimpin oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA).
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  17:25 WIB
Tambang emas Martabe di Batang Toru, Sumatra Utara - Bloomberg/Dadang Tri
Tambang emas Martabe di Batang Toru, Sumatra Utara - Bloomberg/Dadang Tri

Bisnis.com, JAKARTA - Saham lima emiten yang memiliki lini usaha pertambangan dan penjualan emas melonjak antara 2 persen hingga 9 persen di akhir perdagangan hari ini, Selasa (21/7/2020). Kenaikan harga saham terjadi bersamaan dengan level harga emas yang memecahkan rekor harga tertinggi sejak 2011.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas berjangka di bursa Comex untuk kontrak Agustus 2020 bertengger d level US$1.823,60, naik 6,2 poin atau 0,34 persen. Sementara itu, harga emas di pasar spot juga mendekati harga emas berjangka yang mana naik 0,24 persen ke level US$1.822,12 per troy ounce.

Sementara itu, saat penutupan bursa pada pukul 15.00 WIB, harga saham lima emiten mengalami kenaikan, dipimpin saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA). Berikut kinerja lima emiten yang terkait dengan bisnis emas :

Kinerja Saham 5 Emiten Emas, 21 Juli 2020
EmitenHarga Penutupan 21/7Perubahan
Merdeka Gold & Copper (MDKA)1.6109,15%
Aneka Tambang (ANTM)6855,38%
United Tractors (UNTR)19.3255,03%
Hartadinata Abadi (HRTA)2362,61%
J Resource Asia Pasifik (PSAB)1832,23%
Sumber : Bloomberg, diolah

Dalam tiga bulan terakhir, harga saham tiga emiten tercatat mengalami peningkatan 10,11 persen hingga 28,04 persen dalam tiga bulan terakhir. Sekadar mengingatkan, level terendah IHSG terjadi pada 23 Maret 2020 lalu, hampir tiga bulan lalu.

Sebelumnya, Citigroup melansir kenaikan harga emas didorong oleh pelonggaran kebijakan moneter, imbal hasil riil yang rendah, rekor arus masuk tercatat ke dalam exchange-traded funds (ETF), dan peningkatan alokasi aset.

Harga emas diperkirakan akan menanjak ke level tertinggi sepanjang masa dalam enam hingga sembilan bulan ke depan. Bahkan, ada kemungkinan 30 persen untuk menembus level US$2.000 per troy  ounce dalam tiga hingga lima bulan ke depan.

“Hanya masalah waktu untuk [harga emas] mencapai level tertinggi baru dalam dolar AS,” tulis Citigroup dalam laporannya seperti dikutip dari Bloomberg.

Sebelumnya, sejumlah emiten menyatakan bakal mempertahankan target produksi emas.  Sekretaris Perusahaan Merdeka Copper Gold Adi Adriansyah Sjoekri mengatakan bahwa target produksi  tidak berubah kendati banyak tantangan akibat pandemi Covid-19.

“Target produksi saat ini masih kami pertahankan sesuai target di awal tahun, yaitu 165.000 - 185.000 ounces emas,” ujar Adi kepada Bisnis, Selasa (30/6/2020).

Adapun, pada kuartal pertama tahun ini, emiten berkode saham MDKA itu berhasil memproduksi emas sebanyak 54.151 oz dengan biaya pendukung atau all-in sustaining cost (AISC) sebesar US$658 per oz.

Di lain pihak, PT United Tractors Tbk. hingga Mei 2020 mencatatkan penjualan emas sebesar 40.000 ounce (oz) pada Mei 2020, naik 122 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang hanya mencapai 18.000 oz. Pada lima bulan pertama 2020 penjualan emas perseroan  mencapai 153.300 oz. Lini usaha pertambangan United Tractors dijalankan oleh anak usaha PT Agincourt Resources, perusahaan yang diakuisisi pada akhir 2018.

Investor Relations United Tractors Ari Setiyawan mengatakan bahwa kenaikan penjualan itu disebabkan oleh realisasi penjualan dari yang sebelumnya tertunda akibat pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Penjualan emas lebih tinggi di bulan Mei 2020, karena ada backlog proces,” ujar Ari kepada Bisnis, Senin (29/6/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini antam merdeka copper
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top