Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Principal AM Targetkan IHSG Menuju 5.630 pada Akhir 2020

Ni Made Muliartini, Chief Investment Officer Principal AM, menjelaskan penopang pasar saham Tanah Air pada paruh kedua tahun ini berasal dari kegiatan belanja negara untuk menopang dan memulihkan perekonomian pascapembatasan sosial.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 21 Juli 2020  |  12:37 WIB
Karyawan memantau pergerakan harga saham di Kantor Mandiri Sekuritas,  Jakarta, Rabu (15/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan memantau pergerakan harga saham di Kantor Mandiri Sekuritas, Jakarta, Rabu (15/7/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — PT Principal Asset Management memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) bisa menguat hingga 5.450—5.630 pada akhir 2020. Dari posisi saat ini, berarti indeks dapat menguat hingga lebih dari 10 persen.

Ni Made Muliartini, Chief Investment Officer Principal AM, menjelaskan penopang pasar saham Tanah Air pada paruh kedua tahun ini berasal dari kegiatan belanja negara untuk menopang dan memulihkan perekonomian pascapembatasan sosial.

Adapun, realisasi belanja negara pada semester I/2020 masih minimal yaitu sekitar 1,1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) periode Januari—Mei 2020.

“Di lain pihak, tantangan yang akan dihadapi pasar saham Indonesia adalah penanganan dari kasus virus corona, seberapa besar pemulihan ekonomi itu terefleksi ke dalam laporan keuangan perusahaan-perusahaan di Indonesia,” jelas Made kepada Bisnis, Selasa (21/7/2020).

Selain sentimen dari pandemi, Made mengatakan investor tetap akan fokus pada pergerakan nilai mata uang rupiah terhadap dolar AS akibat dari kebijakan fiskal dan moneter pemerintah.

Adapun dengan memperhatikan perkembangan pasar, Principal AM telah melakukan valuasi profit IHSG ke 2021. Adapun, laba perusahaan per lembar saham (Earning Per Share/EPS) diperkirakan tumbuh flat pada 2019—2021 dengan rasio harga saham terhadap laba bersih emiten (Price Earning Ratio/PER) sebesar 14 kali—14,5 kali.

“Dengan menggunakan variabel ini, kami melihat IHSG berada di kisaran 5.450–5.630 untuk asumsi dasar dan terbaik kami pada akhir 2020,” ujar Made.

Pada akhir perdagangan sesi I, Selasa (21/7/2020), IHSG menguat 1,07 persen ke level 5.102. Sejak awal tahun, indeks masih anjlok 19,01 persen dengan kapitalisasi pasar Rp5.931,70 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI prediksi ihsg
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top