Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Asia Ditutup Variatif, Bursa China Anjlok 1,56 Persen

Perdagangan hari ini ditopang oleh optimisme pelaku pasar terhadap pemulihan ekonomi yang berasal dari kucuran stimulus pemerintah dan bank sentral. Hal ini dinilai menekan kekhawatiran pasar terhadap kasus-kasus positif virus corona yang baru di dunia.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  15:18 WIB
Bursa Asia - Bloomberg.
Bursa Asia - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA - Mayoritas bursa saham Asia mampu melanjutkan tren positif dan menutup perdagangan hari ini di zona hijau. 

Dilansir dari Bloomberg pada Rabu (15/7/2020), indeks S&P/ASX 200 Australia menutup perdagangan hari ini dengan penguatan 1,88 persen di level 6.052,90.

Menyusul di belakangnya adalah indeks Topix Jepang yang naik 1,56 persen dan bertengger di angka 1.589,51. Sementara itu, bursa Kospi Korea Selatan juga ditutup di zona hijau setelah menguat 0,84 persen di level 2.201,88.

Di sisi lain, indeks Shanghai Composite ditutup melemah 1,56 persen di kisaran 3.361,30. Hal serupa juga terjadi pada Hang seng Hong Kong yang terkoreksi 0,39 persen dan menutup perdagangan hari ini di 25.378,47. 

Perdagangan hari ini ditopang oleh optimisme pelaku pasar terhadap pemulihan ekonomi yang berasal dari kucuran stimulus pemerintah dan bank sentral. Hal ini dinilai menekan kekhawatiran pasar terhadap kasus-kasus positif virus corona yang baru di dunia.

Seiring dengan kenaikan angka kasus positif tersebut, sejumlah negara telah memberlakukan pembatasan sosial pada beberapa wilayah guna mencegah penyebaran virus lebih lanjut.

Co-Chief Investment Strategist di John Hancock Investment Management Matt Miskin menyatakan sentimen pengembangan vaksin virus corona dan lonjakan kasus positif pandemi ini masih mendominasi perdagangan pasar global dalam beberapa waktu ke depan.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menerbitkan peraturan yang mengakhiri perlakuan khsusus AS untuk Hong Kong. Ia juga menandatangani peraturan yang memperbolehkan AS menindak para pejabat China yang dianggap menekan aksi demonstrasi di Hong Kong.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Bursa Asia
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top