Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Manfaatkan Peluang dari Pandemi, Metrodata (MTDL) Tambah Capex

Di tengah pandemi Covid-19, Metrodata Electronics mencatatkan permintaan perangkat TIK dari sejumlah sektor seperti energi, perbankan, dan teknologi finansial (tekfin).
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  10:46 WIB
Logo Metrodata - metrodata.co.id
Logo Metrodata - metrodata.co.id

Bisnis.com, JAKARTA - Pandemi virus corona memunculkan peluang PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) untuk meraup keuntungan. Oleh karena itu, perusahaan menambah anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) menjadi Rp450 miliar.

Presiden Direktur Metrodata Electronics Susanto Djaja mengatakan, penambahan belanja modal disebabkan oleh kenaikan permintaan alat-alat TIK ditengah pandemi virus corona.

"Dalam keadaan pandemi, bisnis tetap harus berjalan. Kantor-kantor menginginkan kegiatan operasional yang dilakukan karyawan dari rumah secepat dan se-efisien mungkin seperti pada lingkungan perkantoran," katanya pada Jumat (10/7/2020).

Untuk itu, perseroan memutuskan untuk menambah anggaran belanja modal dari yang sebelumnya Rp260 miliar menjadi Rp450 miliar. Rencananya, sebanyak Rp440 miliar dari anggaran akan digunakan untuk membeli perlengkapan rental TIK khusus pada beberapa sektor, yakni di sektor energi, perbankan, dan teknologi finansial (tekfin).

Susanto mengatakan, penyewaan perangkat TIK dari sektor-sektor tersebut berpotensi mengalami peningkatan. Sektor perbankan, contohnya, adalah bidang yang harus tetap beroperasi di tengah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan akan mendatangkan pendapatan bagi perusahaan.

Pemberlakuan kenormalan baru (new normal) pun juga membuat Susanto optimistis penerimaan dari sektor ini akan terus bertumbuh.

"Permintaan terhadap perangkat TIK yang awalnya tertunda karena PSBB kini sudah perlahan kembali setelah pelonggaran PSBB," katanya.

Adapun, sisa Rp10 miliar dari anggaran belanja modal akan digunakan perusahaan untuk pemutakhiran sistem teknologi informasi internal. Hal ini dilakukan guna meningkatkan efisiensi dan kapasitas perusahaan.

Terkait sumber dana capex, Susanto menuturkan sebanyak 70 persen akan berasal dari kas internal perusahaan. Sementara, 30 persen sisanya akan diisi oleh pinjaman bank.

"Ini terbalik dari capex kami pada tahun-tahun sebelumnya, karena biasanya sebanyak 70 persen berasal dari pinjaman bank. Penggunaan kas internal yang lebih besar dilakukan untuk memaksimalkan return kami pada 2020," pungkasnya.

Berdasarkan publikasi perseroan, MTDL mencatatkan laba bersih sebesar Rp94,3 miliar pada kuartal I/2020, atau naik 10,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp85,6 miliar.

Capaian tersebut salah satunya ditopang pertumbuhan penjualan di seluruh lini bisnis sebesar 4,9 persen year on year menjadi Rp3,4 triliun pada kuartal I/2020 dari Rp3,2 triliun tahun sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

metrodata
Editor : Aprianto Cahyo Nugroho
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top